Tampilkan postingan dengan label # Mukjizat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label # Mukjizat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2017

Batu Hancur Jadi Debu Hanya Dengan Tiga Kali Pukulan

Anugerah yang hebat ini ternyata pernah dilakukan oleh seseorang yang pernah hidup di muka bumi. Batu begitu besarnya bisa hancur lebur hanya dengan tiga kali pukul saja.

Kisah ini terjadi pada masa Rasulullah SAW masih hidup. Tepatnya pada masa perang Khandaq. Untuk melindungi kaum muslimin, maka ada perintah dari Rasulullah SAW untuk membuat parit.

Parit tersebut segera dikerjakan oleh kaum muslimin dengan cara kerja gotong-royong. Nah, ketika sedang menggali parit inilah kaum muslimin mendapati kesulitan.

Persis di tengah-tengah galian parit, rupanya ada sebuah batu besar yang menghalagi penggalian. Satu persatu umat Islam mencoba untuk menghancurkan batu besar tersebut.

Namun hasilnya adalah nihil, tak bisa dipecahkan sama sekali. Kemudian kaum muslimin memberitahukan hal ini kepada Rasulullah SAW yang kala itu sedang memberti pengarahan kepada kaum muslimin lainnya.

"Ya Rasulullah, ada sebuah batu besar yang menghalangi kerja kami, " kata seorang kaum muslimin.


Mendengar penuturan tersebut, kemudian Rasulullah SAW turun ke dalam parit dan melakukan pukulan sebanyak tiga kali pukulan kepada batu besar tersebut dengan menggunakan sebuah pangkur atau sejenis cangkul.

Pada pukulan pertama, semua orang melongo karena batu besar sebesar kerbau tadi terpecah menjadi sepertiga bagian.
"Alhamdulillah, kunci-kunci Syria telah diberikan kepadaku, "ucap Rasulullah SAW pada pukulan pertama.
Kemudian dipukullah lagi batu besar tersebut untuk yang kedua kalinya. Dengan pukulan yang kedua ini, maka terpecahlah batu tersebut menjadi berkeping-keping.
"Alhamdulillah, kunci-kunci Persia telah diberikan kepadaku. Demi Allah, aku melihat istana putih madani, "tutur Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW memukul lagi untuk yang ketiga. Pada kali ini, kepingan-kepingan batu menjadi hancur lebur.
"Alhamdulillah, aku telah diberikan kunci-kunci Yaman. Demi Allah, aku sekarang dapat melihat gerbang Sana'a, "kata Rasulullah SAW.

Subhanallah...
Suatu mukjizat yang tiada tara diberikan kepada junjungan kita, Rasulullah SAW.

Minggu, 02 Agustus 2015

Kisah Sang Raja Menantang Mukjizat

Sahabat kisah, Nabi Muhammad SAW adalah Rasul terakhir yang diutus ke dunia. Begitu banyaknya mukjizat yang ada pada diri Rasulullah SAW ini.

Mukjizat yang diberikan kepada Beliau bukanlah ajang pamer, melainkan ada tujuan tertentu yang ingin dicapai. Al Qur'an Al Karim adalah mukjizat yang terbesar Nabi.

Kisahnya

Pada zaman Rasulullah SAW dahulu, ada seorang raja yang sangat bengis dan zalim, raja tersebut bernama Raja Habib. Entah kenapa sang raja ini ingin bertemu langsung dengan nabi.

Maka diundanglah Rasul ke istana Raja Habib. Beliau memakai jubah warna merah dan surban yang hitam. Tak tahu juga entah kenapa ketika bertemu Rasulullah, Raja Habib hatinya lemah lembut, padahal dia ini terkenal sangat keras perangainya.


Nabi pun dipersilahkan duduk di sebelah raja, lalu mereka mengobrol sejenak. Rupanya raja ingin mengetahui kebenaran akan desas desus soal Nabi Muhammad yang mengaku Utusan Tuhan.

Raja Habib bertanya,
"Wahai Muhammad, benarkah berita yang aku dengar bahwa kamu mengaku sebagai utusan Tuhan?"
"Benar, " jawab Nabi SAW.

"Sekiranya kamu memang benar utusan Tuhan, tentu kamu juga memiliki mukjizat seperti nabi-nabi lain sebelummu, "ujar Raja Habib.
"Apa yang Raja inginkan?" tanya Rasulullah SAW.
"Saya ingin melihat kejadian yang belum pernah terkadi sebelumnya, yaitu melihat matahari terbenam sebelum waktunya, kemudian bulan terbit, lalu turun ke bumi. Setelah itu bulan terbelah menjadi dua, lalu masuk pakaianmu, selanjutnya bulan itu akan keluar dari lengan bajumu yang kanan dan kiri. Kemudian bulan itu kembali utuh di atas kepalamu dan bulan itu membenarkan kenabianmu, "kata Raja Habib.

"Sekiranya aku bisa melakukannya, apakah Anda akan beriman kepada Allah SWT? "tanya Rasulullah SAW.
"Iya..., saya akan percaya bahwa kamu adalah utusan Tuhan, "jawab Raja Habib.

Untuk meyakinkan kepada sang raja, Rasulullah SAW pun mendaki bukit yang bermana "KUBAI" , kemudia berdoa kepada Tuhan.

Kemudian di luar penglihatan sanga raja, Malaikat Jibril turun ke bumi untuk menyampaikan jawaban dari doa Nabi. Setelah malaikat membaca ayat-ayat Allah SWT, maka terjadilah suatu peristiwa yang tidak masuk akal dan saksi hingga sekarang ini yang masih adalah bukit Kubai.

Fenomena Ganjil.

Matahari perlahan bergerak menuju barat sebelum waktunya, siang bergantu malam dengan cepat. Lalu bulan pun terbit dan terbelah menjadi dua. Bulan kemudian turun menghampiri Nabi SAW dan masuk jke dalam jubah beliau.
Kemudian bulan perlahan keluar dari lengan baju Nabi yang kanan dan yang kiri, setelah itu bulan tersebut menyatu kembali tepat di atas Rasulullah SAW sambil mengucapkan syahadat. Kemudian bulan kembali ke tempatnya, dan matahari muncul kembali.

Subhanallah...

Sang raja saja tertegun dan hanya bisa bengong saja melihat pemandangan tersebut. Bagaimana bisa hal itu terjadi, padahal secara nalar hal itu tidak mungkin bisa dilakukan oleh siapapun termasuk tukang sihit. Hanya Tuhan saja yang mampu memperlihatkan kejadian yang sangat menakjubkan ini pikirnya.

Begitu tersadar dari terpananya, sang raja langsung mengakui kenabian Nabi dan membaca syahadat.

Tentu ada yang bertanya-tanya, bagaimana bisa membelah bulan, bagaimana bisa matahari bergeser tenggelam sebelum waktunya, bagaimana bulan bisa masuk ke dalam jubah? Bukankah bulan itu besar bentuknya? Apa bulannya mengecil?

Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang tak mampu manusia menjawabnya. Itulah kekuatan Allah SWT, tak ada satu pun yang menandinginya. Allah Sungguh Maha Besar.

Saksinya adalah Bukit Kubai....

Subhanallah..
Allah Maha Besar.

Selasa, 23 April 2013

Dahsyatnya Suara Rasulullah SAW

Assalamu'alaikum wr. wb

Rasulullah SAW memang memiliki banyak mukjizat. Hampir semua mukjizat para Nabi berada pada diri Rasulullah SAW. Salah satu mukjizat Rasul adalah memiliki suara yang cukup dahsyat, bahkan suara Rasulullah SAW bisa di dengar dari jarak yang jauh sekali.
Pengeras suara juga tidak ada, namun kok bisa didengar oleh banyak manusia dari jarak yang cukup jauh suara Beliau itu, sungguh mukjizat yang tiada tara.


Kisahnya

Banyak di antara mukjizat Nabi Muhammad SAW yang seringkali ditunjukkan kepada para sahabat. Salah satunya adalah mukjizat Rasulullah SAW yang memiliki suara yang merdu sekali, sehingga nyaman dan indah didengar oleh telinga.
Seperti halnya penuturan Anas ra dalam sebuah riwayatnya, Rasulullah SAW bersabda,
"Bahwa Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan bermuka tampan dan bersuara merdu. Sedangkan Nabimu adalah yang terbagus raut mukanya dan merdu suaranya,"
(HR. At-Tirmidzi).

Suara Rasulullah SAW ternyata tidak hanya merdu saja, namun juga memiliki kekuatan suara yang cukup dahsyat sehingga orang-orang jauh pun bisa mendengar suara beliau.

Banyak Riwayat yang Mengisahkan

Istri Beliau, Rasulullah SAW yang bernama Aisyah, pernah menceritakan bahwa pada suatu ketika, tepatnya pada hari Jumat, Rasulullah SAW sedang duduk di atas mimbar di masjid. Ketika itu Rasulullah SAW bersabda kepada para manusia,
"Duduklah kalian."

Sabda Rasulullah yang demikian itu ternyata tidak hanya didengar oleh orang-orang yang berada di masjid itu saja, akan tetapi didengar pula oleh Abdullah bin Rawahah yang pada saat itu sedang berada di wilayah Bani Graham. Saat itu Abdullah bin Rawahah pun langsung duduk di tempat yang jaraknya cukup jauh dari masjid itu. Padahal saat itu belum ada pengeras suara seperti saat ini.

Dalam riwayat lainnya, Abdurrahman bin Mu'adz yang juga termasuk salah satu sahabat Rasulullah SAW menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW sedang menceramahi para sahabat-sahabatnya di Mina.
Rasulullah SAW bersabda,
"Bawalah kerikil untuk melempar."

Demikian ucap Rasulullah SAW ketika membimbing para sahabat untuk beribadah.
Sementara itu Abdurrahman sendiri ketika itu berada jauh dari Rasulullah SAW, namun ia bisa mendengar suara beliau ketika mengajari para sahabat tentang tata cara beribadah.

Tidak hanya itu, pada suatu ketika, Bara' bercerita bahwa Rasulullah SAW pernah berceramah kepadanya dan para sahabat di sekelilingnya. Namun suara Rasulullah SAW ketika itu ternyata mampu didengar oleh para muslimah yang berada dalam kamar pingitan mereka.

Suara Dapat Didengar dari Jarak Cukup Jauh

Pengalaman lainnya juga diungkapkan oleh Ummu Hani. Ia menuturkan bahwa pada suatu malam ketika dirinya sedang membaringkan punggung di rumahnya. Suasana ketika itu cukup sepi, namun tiba-tiba ia mendengar suara Rasulullah SAW. Ummu Hani merasa heran, dari itu ia mencoba mencari-cari Rasulullah SAW di rumahnya. Namun ternyata Rasulullah SAW tidak ada di rumahnya saat itu.

Pada saat yang bersamaan, ternyata Rasulullah SAW ketika itu sedang berada di sisi Ka'bah. Sedangkan rumah Ummu Hani dan Ka'bah memiliki jarak yang cukup jauh sekali.

Ummu Hani menceritakan apa yang disabdakan Nabi adalah sebagai berikut.
Rasulullah SAW bersabda,
"Wahai orang-orang yang beriman, dengan lidahnya dan tak memurnikan keimanan dari hatinya, janganlah kalian memfitnah kaum muslimin dan janganlah kalian mencari-cari cacatnya. Dan barangsiapa yang cacatnya dicari-cari oleh Allah SWT, maka Dia akan membuka kejelekan di tengah rumahnya."

Subhanallah...
Ucapan Rasulullah SAW tersebut mampu menembus dinding pembatas rumah-rumah para penduduk ketika itu. Sehingga banyak muslimah yang berada di dalam kamarnya juga mampu mendengar apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW tersebut, termasuk Ummu Hani. Padahal jarak mereka dengan Rasulullah SAW cukup jauh dan tidak ada pengeras suara.

Subhanallah....

Sabtu, 08 September 2012

Mampu Mendatangkan Pakaian dari Surga

Kisah Islami Teladan dengan Kisah Mukjizat Rasulullah SAW.
Mukjizat Rasulullah SAW ada lagi selain mampu membelah bulan yang terkenal itu. Salah satunya adalah bahwa Nabi SAW mampu mendatangkan pakaian surga untuk dikenakan putrinya, Fatimah Az-Zahra.


Kisahnya.
Pada suatu hari Rasulullah SAW sedang duduk berzikir di samping Ka'bah.
Tiba-tiba saja para pembesar dan para bangsawan Makkah datang dan menemui beliau sambil mengucapkan salam.

"Wahai Rasulullah, kami datang kepadamu untuk memberi kabar bahwa kami akan mengadakan akad nikah dan resepsi pernikahan antara si fulan dan si fulanah. Kami bermaksud mengundang Fatimah Az-Zahra untuk menghadiri pernikahan tersebut," kata salah seorang pembesar Makkah.

"Bersabarlah, aku akan menyampaikan hal ini kepada putriku. Jika dia berniat datang, maka akan aku kabari kalian," tutur Rasulullah SAW.

Pakaian Fatimah Usang dan Bertambal.
Setelah itu Rasulullah SAW segera pergi ke rumah putrinya.
Sesampainya di sana, Beliau mengucapkan salam dan menceritakan perihal undangan pernikahan tersebut. Beliau ingin mengetahui apakah putrinya ingin menghadiri undangan tersebut atau tidak.

"Ya Rasulullah, jiwa saya sebagai tebusan Anda, wahai kekasih Allah Yang Maha Mulia. Saya berpikir bahwa undangan mereka bertujuan untuk mengejek dan memperolok-olok diri saya," ujar Fatimah.
"Mengapa demikian," tanya Rasulullah SAW.
"Karena para wanita dan gadis-gadis bangsawan Arab pada pesta pernikah itu mengenakan pakaian mewah dan mahal. Akan tetapi, saya tak punya apa-apa selain pakaian usang yang bertambal dan sepatu rusak pula. Jika aku datang, pastilah mereka akan memperolokku, menghina dan mengejek diriku," jelas Fatimah.
Mukjizat Rasulullah SAW: Mampu Mendatangkan Pakaian dari Surga.
Rasulullah SAW pun menjadi sedih, tak terasa beliau meneteskan air mata.
Nabi SAW menarik nafas panjang dan matanya berair mendengar penuturan anaknya tersebut.
Dalam kesedihan hati itu, saat itulah mukjizat kemabali datang. Malaikat Jibril datang atas perintah Allah SWT untuk menjumpai Rasulullah SAW.

"Wahai Rasulullah, katakanlah kepada Fatimah agar dia mengenakan pakaian yang dia miliki itu dan pergi ke acara resepsi tersebut. Sesungguhnya Kami menyimpan Hikmah dalam hal ini," kata Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW menyampaikan pesan Allah SWT ini kepada Fatimah.
Fatimah pun langsung sujud syukur kemudian berdiri dan mengenakan pakaian usang dan bertambal. Kemudian Fatimah minta izin kepada ayahnya untuk menghadiri acara pernikahan tersebut.
Kemudian apa yang terjadi?
Saat itulah Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril agar mengambil pakaian dari surga untuk turun ke bumi bersama dengan ribuan bidadari yang bertugas memakaikan pakaian surga pada tubuh Fatimah. Fatimah pun terliaht sangat agung dan terhormat dengan pakaian itu.
Penuh keagungan dan kemuliaan melekat dalam diri Fatimah.

Begitu sampai di tempat acara, cahaya suci terpancar menerangi seluruh wanita yang hadir dalam acara tersebut. Seluruh wanita memandangi wajah dan pakaian yang dikenakan Fatimah yang bak cahaya dengan penuh tgakjub dan kagum.
Secara spontan, para wanita menyambut kedatangan wanita agung dan mulia ini hingga tak seorang pun yang mendampingi si pengantin wanita.
Sebagian ada yang mencium tangan dan kaki Fatimah serta mengantar masuk ke majelis pernikahan dengan penuh penghormatan dan kemuliaan.