Tampilkan postingan dengan label # Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label # Umum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2012

Tulang Lebih Kuat Jika Tidak Merokok

Tulang Lebih Kuat Jika Tidak Merokok
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Tulang Lebih Kuat Jika Tidak Merokok - Kebiasaan merokok tak cuma merusak jantung dan paru-paru saja, sebab tulang juga menjadi lebih cepat keropos. Racun-racun di dalam asap rokok terbukti mempercepat penyerapan kembali tulang lama, dan menghambat pembentukan tulang baru.

Hubungan antara rokok dengan risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis sebenarnya sudah lama menjadi perhatian para ahli. Namun bagaimana keduanya bisa saling berhubungan, sejauh ini belum banyak diteliti karena lebih banyak yang meneliti efeknya pada jantung dan paru-paru.

Dalam sebuah penelitian terbaru yang dimuat di Journal of Proteome Research, efek racun dalam asap rokok yang bisa merusak kesehatan tulang itu akhirnya terungkap. Ketika terhirup ke dalam tubuh, racun-racun itu mempengaruhi aktivitas 2 protein yang berhubungan dengan proses pembentukan tulang.

Kedua protein yang dimaksud adalah osteoblast dan osteoclast. Protein osteoblast bertanggung jawab membentuk tulang baru, sedangkan osteoclast bekerja berlawanan yakni menghancurkan dan menyerap kembali tulang-tulang lama untuk digantikan dengan tulang baru.

Pada perokok, Gary Guishan Xiao yang memimpin penelitian ini melihat bahwa aktivitas osteoclast cenderung meningkat sementara osteoblast justru melambat. Artinya seperti dikutip dari Sciencedaily, Jumat (27/7/2012), penghancuran dan penyerapan kembali tulang lama terjadi lebih cepat daripada pembentukan tulang baru.

Hasil pengamatan terhadap faktor genetik pada sejumlah perokok yang kemudian dibandingkan dengan non perokok ini juga telah dikonfirmasi melalui eksperimen pada tikus. Dalam eksperimen tersebut, tikus yang terpapar asap rokok memang mengalami pengeroposan tulang yang lebih cepat.

Pengeroposan atau berkurangnya massa tulang merupakan keluhan yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan kekurangan kalisum saja. Akibat massanya berkurang, tulang yang keropos jadi lebih rentan mengalami keretakan atau patah saat terjadi cedera. -

Senin, 25 Juni 2012

5 Tips Mencegah Masalah Saat Menstruasi

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Tips Mencegah Masalah Saat Menstruasi
Nyeri Haid
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Tips Mencegah Masalah Saat Menstruasi - Menstruasi biasa dialami perempuan setiap bulannya dan kondisi ini kadang menimbulkan rasa tidak nyaman bagi perempuan. Lakukan langkah-langkah berikut ini agar bisa berdamai dengan menstruasi.

Secara medis menstruasi adalah proses luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak adanya pembuahan yang ditandai dengan pendarahan dan biasanya berlangsung selama 3-7 hari. Umumnya siklus menstruasi rata-rata terjadi selama 28 hari.

Menjelang menstruasi banyak perempuan yang mengalami gejala premenstrual syndrome (PMS) seperti rasa kram atau nyeri, perut kembung, perubahan suasana hati hingga tidur yang terganggu. Kondisi ini tentu menimbulkan rasa ketidaknyamanan di dalam tubuh perempuan.

Berikut ini 5 hal yang bisa dilakukan oleh perempuan agar bisa berdamai saat menstruasi atau haid datang setiap bulannya, seperti dikutip dari Timesofindia, Selasa (26/6/2012) yaitu:

1. Mengonsumsi makanan sehat
Selama menstruasi atau sebelumnya perbanyak makan sayuran berdaun hijau, buah-buahan yang sedang musim saat itu dan juga meningkatkan asupan air serta cairan. Selain itu bisa ditambah dengan minum segelas susu hangat saat baru menstruasi, hindari makanan pedas dan berminyak karena dapat memperparah masalah.

2. Menghindari perut kembung
Perempuan dianjurkan olahraga secara teratur terutama di pagi hari dan mendapatkan tidur nyenyak setiap malamnya. Hal ini akan membantu menghindari perut kembung sehingga melawan sebagian besar masalah yang muncul saat menstruasi.

3. Menjaga kebersihan diri
Saat menstruasi jangan pelit menggunakan pembalut, sering-seringlah mengganti pembalut setiap 4-6 jam dan selalu cuci tangan sebelum serta sesudah mengganti pembalut.

4. Menjaga kelembaban dan tetap kering
Menjaga kelembaban dan tetap kering adalah hal yang sangat penting untuk menghindari bau yang tidak sedap serta mengurangi risiko kemungkinan terkena infeksi. Jika menggunakan celana dalam yang ketat, maka hindari pemakaian lebih dari 6 jam karena bisa menimbulkan gatal yang memicu rasa tidak nyaman.

5. Gunakan pakaian yang nyaman
Kenakan pakaian yang tepat dan nyaman di tubuh, menggunakan celana jins ketat dan atasan yang terlalu pas di badan akan menimbulkan ketidaknyamanan sehingga memperburuk kondisi. Gunakanlah warna-warna cerah sehingga tubuh merasa senang dan positif. - 5 Tips Mencegah Masalah Saat Menstruasi.