Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juni 2014

Ide Memulai Bisnis: Dari Yang Paling Disukai dan Tidak Disukai

BISNIS, 6 kata banyak orang yang menyukainya, namun juga banyak yang menghindari. Dihindari karena merasa aman berada di zona nyaman, atau mungkin tidak berani untuk memulai.

Jikalau ditanya, sedang menggeluti bisnis apa Mas, Mbak? Ada yang menjawab sedang belajar bisnis. Namun ada juga yang menjawab, belum mempunyai bisnis.

Bagi yang sudah menjalankan bisnis, maka tidak ada kata tidak atau belum. Bahkan dengan tegas dan bangga ia pun mengatakan, sedang menjalankan bisnis A, bisnis B atau sekarang sedang mengembangkan bisnis C.

Bagi anda yang belum mengawali bisnis atau baru akan sedang memikirkan bisnis apa yang paling cocok. Sedang galau menimbang-nimbang mau menjalankan bisnis A atau bisnis B ya? Sebenarnya ada panduan sederhana mencari ide yang cocok untuk bisnis anda.

Ide Memulai Bisnis

Mulailah berbisnis yang dari anda sukai

Sudah banyak yang membukti, berbisnis diawali dari hal yang disukai. Baik itu hobi ataupun hanya sekedar iseng. Ada yang sukanya bermain PS (playstation), karena saking banyaknya VCD game yang dikoleksi, maka ia pun memulai bisnisnya dengan rental VCD game atau mungkin menyewakan PS-nya dengan membuka rental.

Adapula yang sukanya otak-atik motor, akhirnya membuka bengkel sepeda motor. Ada yang otak-atik komputer hingga akhirnya membuka jasa servise komputer. Ada yang hobinya membaca komik atau novel, pada akhirnya membuka penyewaan komik atau pun penyewaan novel.

Mungkin ada yang suka makan? Kira-kira bisnis apa yang cocok?

 

Mulai berbisnis dari yang paling tidak disukai

"Memulai bisnis dari hal yang tidak disukai", apa pula ini??? Mulai bisnis kog dari yang tidak disukai. Mmmm... nampaknya memang tidak masuk akal. Tapi ini sudah banyak juga yang mempraktekkan. Ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan ide biar bisa memulai dan menentukan bisnis.

Misalnya, anda tidak suka masak. Maka anda biasanya akan membeli makanan di luar. Nah, peluang bisnis untuk membuka angkringan, warung makan, cafe, resto maupun restoran bisa dijadikan ide untuk memulai sebuah bisnis.

Contoh yang lain, anda tidak suka mencuci atau anda tidak mempunyai waktu untuk mencuci. Bisnis laundry bisa dijadikan ide untuk memulai bisnis. Masih kurang contohnya...? Motor atau mobil anda kotor? Sudah bisa ditebak bukan, kira-kira bisnisnya apa?

Tapi mana mungkin bisa dimulai bisnisnya? Wong saya tidak suka dan malas mengerjakannya kog. Tentunya kalau anda masih tidak suka ataupun masih malas, anda bisa mempekerjakan orang lain untuk melakukannya. Ya.. itung-itung belajar berbisnis dan membuka lapangan kerja kecil-kecilan.
Sebenarnya masih banyak contoh lain yang bisa ditemukan disekitar anda. Coba anda telusuri, apa yang paling anda sukai? Apa yang anda minati? Coba anda telusuri, apa yang paling tidak anda sukai? anda malas mengerjakan sesuatu?
Setelah anda mendapatkan jawaban, harapannya agar supaya bisa menjadi startup bisnis anda. Berbisnis tidak perlu besar, tidak perlu modal banyak. Yang penting lakukan. Nanti seiring berjalannya waktu, bisnis yang anda geluti akan menemukan style-nya sendiri.

Minggu, 11 Mei 2014

Arti Dari Sebuah Komitmen, Dan Cara Menjaganya

Komitmen mutlak diperlukan untuk mencapai tujuan. Dengan komitmen, maka akan lebih mudah dalam mencapai cita-cita. Komitmen seringkali kita dengar saat pemuda-pemudi yang hendak melangsungkan ke jenjang pernikahan.

Dalam dunia bisnis, komitmen-pun sangat diperlukan untuk mencapai kesuksesan. Banyak godaan yang akan menghampiri ditengah-tengah perjalanan anda dalam membangun bisnis.

Banyak orang mengatakan perihal komitmen, tetapi saat ditanya balik arti kata komitmen banyak yang tidak bisa menjawab dengan benar. Komitmen bisa diartikan suatu kebulatan tekad seseorang untuk mencapai tujuan, tanpa dapat dipengaruhi oleh keadaan apapun juga, sampai tujuan dapat tercapai.

Bagaimana untuk membangun, menjaga komitmen yang telah ditetapkan? Komitmen, terdiri dari 8 huruf, yang memiliki makna tersendiri menjadi kata yang bermakna. KOMITMEN = Kebersamaan, Orang, Memahami Intelegensia, Tasamuh, Mental, Elektis, dan Nalar.


K – Kebersamaan

Untuk membangun komitmen, diperlukan kebersamaan. Tanpa kebersamaan, mustahil komitmen dapat terwujud. Bagi muda-mudi, kebersamaan mereka jaga minimal hingga komitmen mereka untuk sampai ke tahap pelaminan terwujud. Begitu juga dengan seorang pelajar yang selalu menyatu dengan buku yang dijadikan salah satu sumber ilmu pengetahuannya.

Dalam berbisnis kebersamaan anda dengan bisnis yang anda tekuni, maupun kebersamaan dengan pelanggan. Dengan kebersamaan akan mampu menumbuhkan semangat untuk tetap fokus pada bisnis yang anda tekuni.

O – Orang

Selalu "memanusiakan manusia" adalah kunci pokok untuk mencapai tujuan bisnis anda. Pegawai yang anda rekrut harus mampu anda manusiakan. Apalagi konsumen, mereka wajib anda "manusiakan". Mampu "memanusiakan manusia" dapat meningkatkan loyalitas mereka.

M – Memahami

Dengan memahami keadaan sekitar, maupun keadaan personal akan lebih mudah untuk menjaga komitmen anda. Tidak perlu kaku, "saklek" dalam bergaul maupun berfikir. Dengan begitu, anda dan bisnis anda akan lebih mudah diterima oleh orang lain.

I- Intelegensi

Kepintaran (intelegensi) anda dalam berbisnis memang banyak dituntut. Sehingga anda akan mampu mengetahui apa dan bagaimana untuk memajukan bisnis yang anda kelola. Anda harus pintar dan mampu untuk melihat peluang yang ada. Kepintaran dalam memahami keinginan konsumen yang berbeda-beda dalam penanganannya.

T- Tasamuh

Tasamuh dapat diartikan dengan kelapangan dada atau kesabaran. Dalam membangun bisnis, hendaknya anda dapat bersikap sabar. Tidak selamanya keadaan berjalan seperti yang anda rencanakan, anda pikirkan. Dibutuhkan kesabaran dalam menyikapinya. Banyak yang gagal dalam berbisnis karena mereka kurang sabar dalam bisnisnya, kurang sabar dalam menghadapi konsumen, dan kurang sabar dengan proses membangun bisnisnya.

Komitmen akan dapat tercapai apabila anda mampu bersabar, dan berlapang dada menerima keadaan. Bersabar disini tidak hanya tinggal diam menerima keadaan, tetapi berusaha untuk dapat bangkit menghadapi keadaan.

M – Mental

Mental seorang pebisnis hendaknya dapat dipupuk terus. Mental untuk mengembangkan bisnis, mental untuk menjaga komitmen yang sejak awal sudah dibuat dalam menjalankan bisnis. Dengan mental yang kuat, bisnis yang anda tekuni akan dapat tetap eksis.

Sebaliknya apabila mental anda lemah, komitmen andapun akan hilang. Akibatnya lambat laun tapi pasti, bisnis yang anda kelola, anda rintis dan perjuangkan sejak awal akan hilang ditelan zaman.

E- Eklektis

Elektis berarti memilih. Jadi elektabilitas partai bisa diartikan jumlah pemilih dalam suatu partai. Seorang pebisnis, wirausaha hendaknya dapat memilih segala sesuatu yang baik untuk usahanya, untuk anak buahnya dan untuk konsumennya. Kadang dalam memilih suatu pilihan, tidaklah mudah. Bahkan kadang harus ada yang dikorbankan. Namun itu semua harus dilakukan demi keberlangsungan usaha yang dirintis. Harapannya dengan elektis bisnis yang dikelola akan tetap  eksis.
Elektis mampu membuat bisnis eksis

N- Nalar

Kemampuan berfikir seorang pebisnis harus digunakan dan ditingkatkan. Sehingga dalam pengambilan keputusan tidak sekedar asal-asalan mengedepankan emosi. Meskipun begitu, dalam pengambilan keputusan hendaknya didasarkan pada 3 hal yaitu nalar (IQ), emosi (EQ) dan Tuhan. Dengan ketiga hal tersebut akan semakin mantab dalam melangkah untuk mengembangkan bisnis anda dan tetap menjaga komitmen anda.


Dengan memiliki komitmen, anda akan mengetahui seberapa seriuskah anda dalam berbisnis? Dengan komitmen, muda-mudi akan mengetahui seberapa seriuskah mereka dalam menjalin hubungan? Dengan komitmen, seorang pelajar akan mengetahui seberapa seriuskah mereka terhadap pembelajaran yang telah dilakukannya?

Kalau belum memiliki komitmen dalam hidup dan kehidupan, segera tentukan komitmen anda! Komitmen dalam segala aspek bidang kehidupan. Tanpa-nya anda akan hidup tanpa kehidupan.


---
Masluh Jamil
Follow me on Twitter | Facebook | GooglePlus

Rabu, 02 April 2014

Miliki Bisnis! Apapun, Walaupun Kecil

Memiliki bisnis adalah keinginan setiap orang. Namun tak banyak yang berani untuk memulainya. Ada perasaan khawatir maupun takut yang selalu menyelimuti dikala "akan" memulai usaha.

Meskipun sudah banyak artikel yang membahas bagaimana menghidupkan semangat berbisnis, bagaimana memulai berbisnis, tetapi belum banyak yang tergerak hatinya untuk action memulai bisnis dan menjadi enterpreneur.

Mulailah memiliki bisnis saat masih menjadi karyawan. Saat menjadi karyawan adalah waktu yang sangat tepat untuk memulai memiliki bisnis. Jadi jika saat ini Anda masih menyandang status karyawan, jangan buru-buru memutuskan berhenti dari pekerjaan. Namun, inilah saat yang tepat untuk memulai merintis bisnis Anda.

Ingat, untuk berbisnis Anda membutuhkan uang. Sisihkanlah dari gaji Anda untuk membiayai bisnis Anda. Ketika bisnis Anda sudah benar-benar menghasilkan keuntungan yang membuat Anda tak lagi bergantung kepada gaji, saat itulah keputusan ada ditangan anda, masih tetap bekerja atau keluar dari pekerjaan Anda.

Teringat perkataan dosen disela-sela mengajar, "Nak, milikilah sebuah bisnis. Walaupun kecil. Apapun bisnisnya, yang penting halal". Sekilas memang kurang begitu berkesan, apalagi jika pesan itu disampaikan bukan pada mata kuliah bisnis.

Dengan berbisnis, anda akan dapat lebih "bersuara" di kantor. Apalagi jika hasil bisnis anda sudah melebihi gaji yang anda terima tiap bulan. Terima kasih, salam ta'dzim saya haturkan kepada guru/dosen saya pak Romi yang selalu menyemangati mahasiswa untuk tetap dalam perdjoeangan.
Orang kaya memiliki bisnis, artis memiliki bisnis, politikus memiliki bisnis, bahkan Nabi-pun memiliki bisnis. Lalu mengapa anda belum memiliki bisnis?
Banyak tipe bisnis yang ada di sekitar kita, bisa kita amati, bisa kita tiru. Bahasa kerennya ATM = Amati, Tiru dan Modifikasi. Namun belakangan para pebisnis merubah ATM menjadi Action Terus Milyader.

Miliki bisnis apapun, bagi yang masih ragu-ragu dan belum memiliki modal finansial, bisa diawali dengan jual jasa. Bisa jasa pengetikan, jasa penulisan, jasa service, jasa les atau privat. Kalau sudah memiliki modal, tapi masih belum begitu banyak modalnya atau belum berani terjun dengan modal yang banyak bisa diawali dari bisnis kecil-kecilan, seperti jual pulsa elektronik all operator, jual handphone, jual komputer, jual sayur, jual baju, jual buku, dan contoh bisnis yang lain yang bisa anda browsing di internet.

Dengan memulai bisnis dari yang kecil, karakter dan watak anda akan terbentuk menjadi jiwa pebisnis atau enterpreneur dengan sendirinya. Apabila sudah terjun menjadi pebisnis, anda akan dapat melihat peluang-peluang bisnis yang lain yang lebih besar. Bisnis kecil akan menjadi lompatan untuk menjadi bisnis yang lebih besar.
Jangan anggap remeh dan sepele ide-ide kreatif anda. Banyak hal besar berawal dari hal yang kecil, small step to the big impact.
Sebenarnya banyak manfaat yang dapat dipetik apabila anda memiliki bisnis.

Manfaat Memiliki Bisnis

1. Kebebasan Finansial

Bagi pebisnis pemula, memang belum bisa merasakan kebebasan finansial. Tetapi setidaknya dengan berbisnis, hasil dari bisnis dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Misalnya dapat digunakan untuk kebutuhan beli pulsa, membeli bensin.

Alangkah LEBIH BAIK lagi apabila hasil dari bisnis pada awal-awal berbisnis tidak dipakai terlebih dahulu, melainkan dijadikan modal lagi sehingga bisnis dapat lebih cepat berkembang. Ada yang menyebutnya dengan, "Keuntungan Dagang dipakai untuk Beli Barang Dagangan" sehingga modal menjadi lebih besar.

2. Melatih Karakter Mandiri

Dengan berbisnis akan melatih karakter anda menjadi pebisnis, enterpreneur. Dan yang pasti menjadi karakter yang mandiri, karakter yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.

3. Membuka Lapangan Pekerjaan

Disadari atau tidak, apabila bisnis telah berkembang maka secara tidak langsung akan membuka lapangan pekerjaan, dapat membantu orang lain untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Walaupun kemampuannya baru sebatas hanya sedikit.

4. Bisnis merupakan pekerjaan yang dapat diwariskan

Pekerjaan yang dapat diwariskan salah satunya adalah bisnis, tentunya anak harus dilatih berbisnis terlebih dahulu. Banyak bisnis yang setelah dipegang oleh ahli waris justru menjadi morat-marit, hanya karena perbedaan pola manajemen. Untuk itu pengkaderan dan pewarisan bisnis alangkah baiknya dilakukan saat orang tua masih hidup. Sehingga orang tua masih bisa memberikan saran demi kelangsungan hidup bisnisnya.

Jadi bagi anda yang belum memiliki bisnis, atau masih mikir-mikir bisnis apa yang cocok untuk anda. Daripada berboros-boros ria menghabiskan energi untuk memikirkan tentang bisnis yang belum dijalani, lebih baik menghabiskan tenaga dan pikiran untuk memulai, action dalam berbisnis.

---
Masluh Jamil

Follow me on Twitter | Facebook | GooglePlus