Tampilkan postingan dengan label Activity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Activity. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

Pantaskah Engkau Mengenalku

Saat kita membaca hadits, 
Saat itu pula kita bertemu dan berbincang dengan Rosul.

Jika kita menyukai apa yang disukai dan dicintai Rosul, 
maka Rosul akan mencintai kita.

Kita mengenal dengan baik seleb pujaan kita, mulai dari gaya pakaiannya, pakaian kesukaan, nomor sepatu dan bahkan celana dalamnya. 
Bagaimana dengan Rosul? 
Sebanyak apakah kita mengenal Rosul kita?

Kita sering membaca bacaan biografi maupun memoar dari pujaan hati tokoh nasional maupun internasional. 
Namun, seberapa seringkah kita membaca biografi Baginda Rosul?

Jikalau demikian, pantaskah engkau melihat kami sebagai ummatmu, Ya Rosul?
Jika engkau melihat kami tidak berada dalam barisan ummatmu, 

panggil kami Rosul. Panggil kami Ya Rosul.

--Renungan pagi, bersama Yusuf Mansur--

Ustadz Yusuf Mansur (YM), sumber gambar: boomee.co

Senin, 08 Desember 2014

Pusat Pembibitan di Perusahaan Rokok


Kudus, selain memiliki sebutan kota santri, Kudus juga sering disebut kota kretek. Tidak salah memang julukan tersebut. Sebuah kota kecil yang terletak di wilayah Pantura (Pantai Utara) Jawa Tengah. Kota yang memiliki luas 42.516 Ha tersebut terdapat beberapa perusahaan rokok. Diantaranya yang paling menonjol adalah perusahaan Djarum.

Djarum juga memiliki kawasan yang disebut dengan Djarum OASIS Kretek Factory. Yang terletak di Desa Gondangmanis Kec. Bae Kabupaten Kudus. Proyek Pembangunan Djarum OASIS dimulai tahun 2005. Hmm… Jadi tidak terasa sudah hampir 10 tahun Djarum OASIS ini berdiri ya...


Disambut dengan OASIS Kretek Factory


1417900711943160297
Djarum OASIS Kretek Factory


Meskipun begitu, tidak semua orang bisa mengetahui apa dan bagaimana suasana yang ada di dalam Djarum OASIS Kretek Factory tersebut. Lalu bagaimana kira-kira suasana di dalam? Mau tau, apa mau banget?
Disclaimer: Tulisan ini saya buat hanya untuk menampung keinginan saya bernarsis ria. Haha… Tanpa bermaksud mempromosikan salah satu perusahaan rokok di Kudus. Jadi jangan kaget, jikalau banyak gambar saya didalamnya.

Melalui kunjungan Pimpinan Perguruan Tinggi PTN/PTS Bidang Kemahasiswaan Rayon I Jawa Tengah, akhirnya saya bisa mengetahui bagaimana suasana didalamnya.

Di dalam kawasan Djarum OASIS ini tidak hanya ada Pabrik Sigaret Kretek Mesin saja, melainkan juga terdapat IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), Rumah Adat Joglo khas Kudus, bahkan ada tempat pertemuan.

Namun yang tak kalah menariknya adalah begitu luasnya kawasan hijau di dalamnya. Begitu saya masuk ke kawasan Djarum OASIS ini terlihat hamparan lahan yang luas yang ditata demikian apiknya seperti di daerah perbukitan.

14178484551298904042
Dipersimpangan jalan, lihat papan penunjuk arah agar lebih mudah plaza mana yang dituju



14178484411217868576
Taman hijau di salah satu sudut Djarum OASIS

Selama perjalanan saya ditemani oleh pemandu dari Djarum. Dengan sopan dan sabar Pemandu tersebut menjawab setiap pertanyaan.

1417848435521287105
Salah satu gerbang masuk plaza. Tampak Pemandu semangat memberikan penjelasan



Di sepanjang perjalanan, akan ditemui beberapa monumen. Diantaranya yang sempat tertangkap kamera adalah Monumen Apresiasi Budaya, Monumen Djarum Beasiswa Bulu Tangkis, dan  Djarum Foundation Park.

14178484272117927448
Djarum Foundation Park


1417848421609671913
Djarum Beasiswa Bulu Tangkis

Pusat Pembibitan Tanaman

Di sekitar bagian timur, terdapat Pusat Pembibitan Tanaman PT. Djarum. Di tempat inilah bibit-bibit tanaman untuk Bakti Lingkungan Djarum Foundation berasal. Seperti penanaman pohon trembesi di pulau Jawa (lengkapnya di djarumfoundation.org).


14178484111863640724
Narsis di depan salah satu tempat pembibitan Djarum


1417848406343807177
Salah satu rumah pembibitan
 
14178483931087681428
Asyik mendengarkan pemaparan dari salah satu Pemandu


14178483881473100219
Mengenal lebih dekat pembibitan tanaman di Djarum OASIS
 

1417848374119456099
Salah Satu Contoh Sistem Tanam Model Hidroponik



1417848368670358888
Diluar, terlihat begitu banyak bibit tanaman yang siap tanam



1417848357825022736
Mengabadikan momen di lorong pembibitan tanaman



Seharian mengelilingi kawasan Djarum OASIS sampai kaki merasa pegal, pun masih belum puas karena masih banyak yang belum saya sambangi.


Djarum yang selama ini dikenal luas dengan perusahaan rokoknya, juga memiliki beberapa Program Djarum Foundation. Antara lain Djarum Bakti Sosial (yang dimulai 1951), Djarum Bakti Olahraga (dimulai 1969), Djarum Bakti Lingkungan (dimulai tahun 1979), Djarum Bakti Pendidikan (dimulai 1984), dan Djarum Bakti Budaya (sejak tahun 1992).


Dan terakhir, waktunya narsis

14178483512145447924
Sebelum pulang, narsis bareng dulu
 
14178483401681474825
Lihatlah langit di atas! Disanakah engkau gantungkan cita-citamu?


1417848336250328194
Menikmati rumah jogjo di Djarum OASIS, sambil nunggu kopi datang




***

Foto: arsip pribadi

Kamis, 04 Desember 2014

Maaf Kawan, Saya Masih Banyak Hutang

Seperti biasanya, setiap pagi setelah bangun tidur saya selalu menyempatkan diriku untuk melirik membaca buku di perpustakaan mini.

Mini- karena ukurannya lebih kecil dari kata kecil. Kedepan, akan saya gunakan sebagai taman baca bagi tetangga dekat yang ingin mencari 'tambahan ilmu' disana.

Perpustakaan yang terdiri dari beberapa baris tumpukan buku tersebut baru mulai saya bangun sedikit demi sedikit.

Secara perlahan-lahan, saya harus bisa mengkhatamkan (menyelesaikan membaca) buku tersebut. Tak lupa saya pun harus bisa menyemangati diri saya sendiri untuk sesegera mungkin membuat resensi buku tersebut.

Dengan harapan agar saya bisa lebih mudah dalam memahami isi dan makna buku tersebut di kemudian hari.

Tapi anehnya tiap bulan, atau tiap minggu ada saja buku baru yang terselip di dalamnya. Padahal buku lama belum kelar bacanya. Bagaimana bisa menyelesaikan membaca buku-buku tersebut kalau ada buku baru.

Apa mungkin saya telah tersihir oleh sang pengarang? Sehingga tak masalah beberapa lembar lima puluhan ribu masuk ke kotak kasir di sebuah toko buku demi mendapatkan bukunya.

Atau mungkin saya sendiri yang telah mengalami kelainan jiwa. Kelainan yang menunjukkan bahwa, "ada sesuatu yang tidak beres". Pokoknya harus beli buku. Walau belum selesai dengan buku yang dibaca, sudah beli buku baru.

Saya termasuk orang yang telmi --telat mikir-- Membaca satu buku saja lama banget. Harus diulang-ulang baru paham isinya.

Berkali-kali saya pun harus membatalkan acara ajang ketemuan rutin dengan teman-teman satu geng. Tak lain dan tak bukan untuk menyelesaikan misi pribadi, untuk membaca dan menghabiskan list buku baru tersebut.

Maafkan saya kawan, saya masih punya banyak hutang. Masih banyak buku yang harus aku baca.

Rabu, 04 Juni 2014

Bersyukur atas Rezeki yang Didapat

Betapa bahagianya kita, apabila mendapatkan kelimpahan rezeki. Akan tetapi sudahkah kita mensyukurinya? Banyak yang mengaku sudah bersyukur, namun tidak sedikit pula yang lupa karena saking senang atas rezeki yang didapat. 

Ada yang berpendapat bahwa, syukur tidak harus diwujudkan melalui lisan, cukup dengan perbuatan sudah bisa mewakili arti syukur yang sesungguhnya. Tidak salah memang, tetapi hal yang begitu mudah seringkali lupa ucapkan, apalagi dilakukan untuk mewujudkan rasa syukur tersebut dalam tingkah laku sehari-hari.
Kita memang pandai dalam mencari rezeki. Apakah kita juga pandai dalam memanfaatkan atau menggunakan rezeki yang sudah kita dapat?
Pertanyaan itulah yang hendaknya dapat kita jawab secara jujur. 

Salah satu bentuk syukur, selain diawal saat memperoleh kelimpahan rezeki, juga saat dengan bijak menggunakan rezeki yang sudah diperoleh. Pandai mengelola, pintar memanfaatkan, juga harus kita perhatikan. 

Bisa dilihat dan diambil contoh, saat kita makan. Kita bisa mengambil nasi 1 piring penuh. Tetapi, apakah kita mampu menghabiskan semuanya? Dalam keseharian, terkadang kita terlalu ambisi untuk mengejar harta dan kekayaan, tanpa menghiraukan kebutuhan dan kemampuan kita. (Kudus, 04/06/2014)

Sabtu, 12 April 2014

KPPS Bisa Selfie Berjamaah: Dokumentasi Pribadi

KPPS TPS 6 - Selfi Berjamaah
Syukur alhamdulillah, kami panjatkan kehadirat Illahi Robbi, karena pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS kami telah berjalan lancar. Terima kasih kami haturkan kepada Bapak-Bapak dan teman-teman semua anggota KPPS pada TPS 6 yang telah ikut menyukseskan pemungutan suara sehingga selesai tanggal 9 April 2014 kemarin. Mohon maaf teman-teman, baru bisa posting saat ini.

Karena seperti kita ketahui, Petugas KPPS adalah orang pertama dan terakhir yang berada di TPS. Kerja KPPS-pun tidak hanya sebatas saat pelaksanaan pemungutan suara saja, akan tetapi mereka sudah bekerja jauh-jauh hari sebelum hari pencoblosan. Mereka dituntut mampu bersikap netral, termasuk ditengah-tengah suasana yang "ramai" sebelum pemilihan berlangsung.

Alhamdulillah sekali lagi kami ucapkan, saat kami selesai melakukan pemberkasan dengan packing dan pengisian berita acara selesai tepat jam 20.00 WIB. Alangkah terkejutnya saya pribadi setelah mengetahui keesokan harinya bahwa teman-teman KPPS ditempat lain, ada yang selesai sampai pukul 24.00 WIB.

Hal senada juga terjadi di Kabupaten lain, bahkan sampai adzan shubuh berkumandang, teman-teman KPPS masih sibuk mengerjakan berita acara. Tidak bisa saya bayangkan betapa capek dan lelah yang mereka rasakan. Mereka adalah pahlawan demokrasi yang besar peranannya namun kecil penghargaannya. Mereka adalah pahlawan yang terlewatkan dalam pesta demokrasi.

Berikut beberapa foto yang terekam saat proses pemungutan suara pada Pemilihan Legislatif Tahun 2014. (hanya sekedar dokumentasi pribadi.. hehe)

KPPS TPS 6 Siap Mensukseskan Pileg 2014
Petugas KPPS yang selalu siap melayani para pemilih yang akan memberikan suaranya di TPS 6. Setelah dilakukan sumpah, kemudian kami bertugas sesuai dengan tugas masing-masing. Pengecekan pemilih yang datang ke TPS dilakukan apakah memang pemilih tersebut benar-benar terdaftar di DPT yang ada di TPS kami atau tidak. Memeriksa jari-jari pemilih apakah sudah pernah melakukan pencoblosan? Mendata pemilih pada daftar hadir pemilih.

Santainya Suasana Pileg Setelah Jam 12.00 WIB. Sebelumnya? Beuh... Tidak ada waktu Istirahat

Selanjutnya pemilih dipersilahkan untuk antri dengan duduk di kursi yang telah disediakan menunggu untuk dipanggil melakukan pencoblosan. Pemilih datang silih berganti, seakan tidak ada selesainya. Jari jemari pun seakan merasa akan patah karena tiada henti-hentinya mengisi data-data di kartu suara. Tapi hal itu tidak membuat kami surut, karena banyak warga yang antusias turut menyukseskan Pemilu tahun ini. Seiring waktu berjalan, semakin siang akhirnya pemilih pun semakin berkurang. Tepat waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB pemilih yang belum datang  kurang dari 70 pemilih. Alhamdulillah...
Linmas: Tidak hanya mengamankan, tetapi ikut Mencoblos di TPS 6

Selesai diberikan surat suara, pemilih pun memberikan suaranya di bilik yang telah disediakan. Entah mengapa, kebanyakan pemilih setelah dibilik suara kog suka berlama-lama disana. Mungkin sedang mengagumi Caleg Idola mereka..
Selesai coblos..Masukkan surat suara sesuai kotaknya & jari celupkan ke tinta

Setelah menentukan pilihan dari banyak pilihan, segera lipat surat suara seperti sedia kala. Dan masukkan surat suara kedalam kotak suara sesuai jenisnya (Kuning untuk DPR, Merah untuk DPD, Biru untuk DPRD Prov, dan Hijau untuk DPRD Kab). Awas... jangan salah masuk... nanti ribet KPPS nya.

Setelah itu, berikan tanda bahwa anda telah menggunakan hak pilih dengan mencelupkan jari anda ke tinta yang telah disediakan. Kami menyebutnya, jarinya dikasih stempel biar sah.. hehe

Hasil Akhir Penghitungan Suara Pemilihan Umum Legislatif saya sajikan dalam postingan tersendiri. Bagi yang minat melihat data statistiknya, monggo silahkan…

Walaupun ditengah-tengah kesibukan, KPPS pun masih bisa berselfie ria secara berjamaah. Harap dimaklumi, karena sebagian besar dari kami adalah muda-mudi yang masih mencari jatidiri sejati-jatinya.. hehe

---
Masluh Jamil

Follow me on Twitter | Facebook | GooglePlus

Kamis, 10 April 2014

Hasil Akhir Penghitungan Pemilihan Umum Legislatif 2014

Tanggal 9 April 2014 kemarin rakyat Indonesia yang sudah memenuhi syarat mengikuti gegap gempitanya pesta rakyat. Semua pihak ramai serontai menyambut pesta rakyat yang sudah menjadi agenda 5 tahunan. Mulai dari Partai, Caleg, KPU, serta masyarakat umum lainnya.

Tidak ketinggalan pada pemilu kali ini, saya untuk kesekian kalinya menjadi KPPS di tempat saya tinggal. Pekerjaan yang dimulai setelah adanya Bimtek (Bimbingan Teknis) pertama kali adalah mengikuti rapat antara Ketua dan Anggota KPPS untuk mulai pembagian undangan pencoblosan (model C6) kepada masing-masing anggota untuk didistribusikan sesuai dengan nama-nama yang ada di Daftar Pemilih Tetap (DPT).



Rapat antar Ketua dan Anggota KPPS kedua dilaksanakan sesuai waktu yang telah disepakati semua anggota KPPS. Rapat terakhir ini untuk meyakinkan apakah undangan pencoblosan (model C6) sudah terdistribusi semua? apabila belum, apa kendala yang dihadapi dan bagaimana mencari pemecahan solusinya. Biasanya ditanyakan antar anggota KPPS di TPS lain barangkali ada yang mengenalnya. Kalau memang tidak ada yang mengenal, maka melalui Ketua KPPS undangan pencoblosan tersebut diserahkan ke PPS.

Kendala yang biasanya dihadapi saat pendistribusi adalah belum termutakhirnya data yang ada di DPT. Pemutakhiran data yang ada KPU Pusat belum ada kejelasan. Seyogyanya didalam DPT juga mencantumkan kapan updating DPT, sehingga KPPS yang ada di lapangan bisa mengetahui pasti apabila ada permasalahan terkait dengan DPT.

Permasalahan DPT yang lain adalah adanya pemilih yang sudah meninggal, maupun pindah alamat. Belum lagi apabila ada pemilih yang data di DPT terdaftar di RT 1, tetapi menetap (ikut orang tuanya di RT 8). Coba bayangkan, KPPS mesti mencocokkan, mensinkronkan data yang ada, antar anggota KPPS dalam TPS maupun antar anggota KPPS antar TPS serta berkoordinasi dengan PPS.

Saya yakin, hal itu banyak dialami oleh temen-temen KPPS dari daerah lain.

Sehari sebelum pelaksanaan pencoblosan, kami segenap anggota KPPS menata ruang yang akan digunakan untuk TPS.

Seperti Pemilu 2009, Pemilu kali ini jika dilihat dari petugas KPPS-nya yang menjadi masalah utama bukan pada saat pembagian undangan pencoblosan (model C6), bukan saat pencoblosan, maupun bukan saat penghitungan suara. Akan tetapi melengkapi berita acara merupakan kendala bagi setiap TPS yang ada. Apabila undangan pencoblosan (model C6) bisa dilakukan disaat sela-sela waktu yang pada akhirnya akan terdistribusi semua. Berbeda dengan berita acara pemilihan, harus beres setelah proses penghitungan suara selesai dilakukan.

Adapun jumlah pemilih yang kami undang melalui undangan pencoblosan (model C6) sebanyak 352 pemilih. Akan tetapi, yang hadir untuk melaksanakan pencoblosan sebanyak 298 orang atau sebesar 85% yang hadir memberikan suaranya.

Untuk Pemilihan Umum tahun 2014 ini, jumlah berita acara rangkap sebanyak 17 bendel. Kami, biasanya mensiasati ada 1 anggota KPPS yang fokus mengurusi berita acara. Fokus mulai sejak awal sampai akhir.  Sehingga anggota KPPS mengisi berita acara yang bisa diisi, misal pengisian No TPS, Desa, Jumlah Pemilih dalam DPT, Jumlah Surat suara yang diterima, dsb. Setelah acara penghitungan surat suara selesai, berita acara bisa dilengkapi. Begitu seterusnya sehingga keempat kotak suara (DPR, DPD, DPRD Prov, dan DPRD Kab) selesai dihitung.

Surat suara yang yang diberikan KPU ke KPPS (atau surat suara yang ada di dalam kotak) untuk DPR sebanyak 360 surat suara, DPD sebanyak 375 surat suara, DPRD Prov sebanyak 361 surat suara dan DPRD Kab sebanyak 360 surat suara. Dari total tersebut, setelah dilakukan pencoblosan mulai pukul 07.00 s/d 13.00 waktu setempat, ternyata masih tersisa surat suara untuk DPR sebanyak 62 surat suara, DPD sebanyak 77 surat suara, DPRD Prov sebanyak 63 surat suara dan DPRD Kab sebanyak 62 surat suara yang tidak dipakai. Akhirnya surat suara yang tidak terpakai tersebut kami berita tanda silang (X) sesuai petunjuk saat Bimtek dengan PPS.

Setelah pukul 13.00 waktu setempat dan setelah semua pemilih yang memasuki area pencoblosan sudah selesai, maka dilakukan tahapan selanjutnya, yaitu tahapan penghitungan. Namun sebelum dilakukan penghitungan, semua surat suara yang ada di dalam kotak dikeluarkan dan dilakukan penghitungan, dikelompokkan menurut jenisnya atau warnanya (dalam hal ini dikelompokkan berdasarkan DPR, DPD, DPRD Prov dan DPRD Kab).

Setelah dilakukan penghitungan dan pengelompokkan, tibalah saatnya untuk melakukan penghitungan suara. Penghitungan suara ada tatacara atau urutannya, dimulai dari DPR, DPD, DPRD Prov dan terakhir adalah DPRD Kab. Untuk surat suara yang terhitung, DPR (sah = 229, tidak sah = 69), DPD (sah = 152, tidak sah = 146), DPRD Prov (sah = 152, tidak sah = 106), dan DPRD Kab (sah = 288, tidak sah = 10).

Dari data tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa besaran prosentase untuk surat suara sah dan tidak sah berbeda-beda. Akan tetapi yang menjadi perhatian saya pribadi adalah prosentase untuk suara sah tidak sah untuk DPD. Dimana prosentase antara yang sah (51%) dan tidak sah hampir sama (49%). Secara kasat mata, hampir separo dari pemilih yang memberikan suaranya adalah tidak sah. Tidak sah disini disini, kebanyakan yang ditemui saat proses penghitungan suara adalah banyak surat suara yang tidak dicoblos. Sehingga secara otomatis surat suara tersebut dinyatakan tidak sah.



Hal tersebut membuktikan bahwa DPD kurang melakukan sosialisasi secara langsung kepada calon pemilih di daerah pemilihannya. Karena terus terang, selama ini para pemilih lebih intens didekati oleh partai daripada DPD.

Penghitungan suara kami lakukan sampai pukul 17.30 WIB (mepet maghrib). Dilanjutkan dengan pembuatan dan penandatangan berita acara, melakukan packing terakhir ke dalam Amplop (VS sekian-sekian) dan memasukkan kedalam Kotak Suara sesuai dengan panduan yang ada.

Setelah selesai, kemudian kami melakukan penataan ruangan agar seperti sedia kala. Karena ruangan yang dipakai adalah ruang kelas, maka kami pun mengembalikan posisi meja dan kursi seperti sedia kala. Tepat pukul 20.00 WIB kami semua meninggalkan lokasi TPS.

Tak lupa, Petugas KPPS pun menyempatkan diri berselfie ria secara berjamaah untuk mengenang momen pemilihan umum legislatif tahun 2014.

---
Masluh Jamil

Follow me on Twitter | Facebook | GooglePlus

Minggu, 30 Maret 2014

Berpose dengan Kura-Kura Raksasa

Libur tlah tiba... Libur tlah tiba.. Hore....

Saatnya berlibur kawan... hilangkan sejenak rutinitas, tugas-tugas yang membebani. Tapi liburan kemana? Selalu ada pilihan, diantaranya ke Gunung (Gunung Muria atau ke Bandungan), atau ke Pantai (Pantai Kartini atau Bandengan).

Akhirnya setelah rapat yang begitu alot, diputuskan ke pantai. Tetapi pantai yang mana belum ada kata sepakat. Akhirnya rapatpun ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Setelah masing-masing anggota merenung, mencari wangsit semalaman, akhirnya kami putuskan liburan kali ini ke Pantai Kartini.

Pantai Kartini yang terletak di Kabupaten Jepara. Kabupaten Jepara yang berbatasan dengan Laut Barat dan Utara ini memiliki Wisata Pantai yang patut untuk dikunjungi. Walaupun Kabupaten Jepara terkenal dengan sebutan Kota Ukir, tetapi pemerintah kabupaten tidak lantas membiarkan potensi wisata alamnya terbengkalai.

Pantai Kartini menjadi pilihan kami sekeluarga yang akan berlibur. Tentunya hal itu tanpa alasan. Pantai Kartini telah berkembang, dibuktikan semakin banyaknya fasilitas yang disediakan. Pantai yang tidak hanya cocok untuk muda-mudi. Selain itu, Pantai Kartini terbilang relatif dekat, karena terletak  + 2,5 km dari Pendopo Kabupaten Jepara dan yang pasti jaraknya lebih dekat dengan Kabupaten Kudus (+ 1,5 jam perjalanan) dibanding pantai yang lain (dalam hal ini Pantai Bandengan).


Tiket masuknya pun relatif murah, saat hari Minggu perorang Rp. 5.000,- untuk orang dewasa (Jangan lupa minta tanda bukti tiket masuk ya). Karena kami berenam, kami pun mengasihkan total Rp. 30.000,-. Wal hasil pintunya pun segera dibuka oleh penjaganya. Harga segitu belum termasuk parkir mobil ya... parkir disana kami beri Rp. 2000,-)

Disanapun ada kura-kura raksasa yang menjadi ikon Pantai Kartini. Tak lupa kami ikut berfoto dengan kura-kura raksasa tersebut sekeluarga. Terus terang, kami menyewa juru foto karena kami sekeluarga ingin semua masuk dalam pic tersebut. Hanya dengan membayar Rp. 10.000,- sudah bisa berfoto ria dengan kura-kura raksasa.

Tak perlu waktu lama, hanya menunggu sekitar 15 menit foto-pun sudah jadi. Saya pribadi, meminta untuk sekalian dicopykan ke flasdisk pribadi saya file foto tersebut dan tidak dikenakan charge sama sekali. Sungguh berbaik hati sekali abang juru foto itu... :D

Kura-Kura Ocean Park yang diresmikan pada tahun 2011 oleh Bupati Jepara ini terdiri dari 2 lantai, lantai satu sebagai taman laut dengan akuarium yang berisi berbagai spesies ikan maupun penyu. Sedangkan lantai 2 sebagai wahana pendukung lainnya.

Banyak hal yang dapat kami lakukan disana, karena disana banyak fasilitas untuk anak kecil, misal naik perahu, ayunan, kereta api mini (spoor mini), pesawat terbang TNI AU, dan banyak lainnya. Lho, berenangnya mana? Oh ya, tentu saja berenang adalah tujuan utama berwisata ke sini karena berwisata di pantai.

Tak hanya itu, kadang terlihat anak-anak maupun orang dewasa sibuk mencari yuyu rumpung disela-sela bebatuan sebagai mainan. Jadi bagi orang dewasa yang masa kecilnya masih kurang, bisa mengulang disini masa kecilnya ya...

Disana pun ada tulisan PANTAI KARTINI yang besar ditepi pantai. Hal tersebut mengingatkan saya akan tulisan PANTAI LOSARI.. hehe, namun sayang, saya belum sempat ambil gambar.

Sesekali terlihat bule yang berjalan-jalan disini, mereka sekedar mengambil gambar untuk dijadikan kenangan mereka saat pulang kampung. Saat malam menjelang-pun mereka tak khawatir, karena disana juga disediakan fasilitas penginapan. Kuliner pun tidak ketinggalan, mulai dari Pedagang Kaki Lima, Warung dan Resto pun ada. Tinggal pilih menu kesukaan dan disesuaikan dengan tebal tipisnya dompet pengunjung.

Saat sholat dhuhur tiba, tak perlu khawatir, disana pun ada Masjid Baitul Ridho yang bisa digunakan untuk sholat dan istirahat sejenak. Walaupun masjid ini masih perlu disempurnakan, mengingat Panitia Pembangunan masih menerima Amal Jariyah untuk pembangunannya.

Yang jadi pertanyaan saya waktu itu adalah, apakah dalam pembangunan masjid ini pemerintah daerah tidak ikut serta, sehingga masih memerlukan amal jariyah dari pengunjung.

Saat akan pulang, jangan lupa beli oleh-oleh ya... disana ada banyak sekali yang jualan souvenir.

Insyallah jika ada kesempatan, kita akan kesana lagi. Harapannya banyak perubahan yang lebih baik. Sehingga semakin banyak pengunjung yang datang dan merasa nyaman disana, tidak hanya untuk turis domestik, melainkan turis mancanegara juga.

Selasa, 18 Maret 2014

KH. Ahmad Basyir, Ulama Kharismatik Kudus Wafat

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, ulama kharismatik, pengasuh Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus, Jawa Tengah, KH. Ahmad Basyir wafat, Selasa (18/03/2014) pada pukul 00.10 WIB.

Dari keterangan beberapa santri, KH. Ahmad Basyir wafat setelah dirawat di Rumah Sakit (RSI) Sunan Kudus. Almarhum wafat dalam usia 90 tahun, dan meninggalkan seorang istri, 9 anak, dan 23 cucu.

Jenazah almarhum dimakamkan pada hari yang sama, Selasa (18/03/2014) jam 14.00 WIB di komplek pemakaman umum Dusun Kauman, tak jauh dari kediaman beliau.

Sejak pagi ribuan pelayat sudah berdatangan memenuhi kediaman almarhum yang terletak di Dukuh Bareng, Jekulo, Kudus-Jawa Tengah. Secara bergantian pelayat menshalati jenazah almarhum di kediaman almarhum yang berada di Komplek Pesantren Darul Falah setempat.

Sejumlah anggota Banser Kudus pun sibuk mengatur di sekitar kediaman almarhum, karena saking banyaknya masyarakat yang ingin ikut mensholati.

Sejumlah ulama dari berbagai daerah juga datang memberikan penghormatan. Diantaranya KH. Sya'roni Ahmadi, Habib Umar Muthohar, KH. Ulin Nuha Arwani, KH. Ulil Albab Arwani dan KH Syafiq Nashan.

Mbah Basyir, sebutan akrab beliau sebagai guru dan pemberi ijazah (mu’jiz) Dalailul Khairat. Santri beliau banyak berasal dari Kudus dan di luar Kudus yang nyantri di Darul Falah.

Pesantren yang beliau dirikan pada tahun 1970 memiliki motto "Njiret Weteng, Nyengkal Mata", yang berarti "Sengsara itu berani lapar, berani bangun tengah malam. Dalam artian untuk belajar" Masa muda bersusah payah, maka saat tua akan menemukan kesuksesan.

Kehilangan Ulama Besar

Sebelumnya, kita kehilangan ulama-ulama besar, KH. Sahal Mahfudh, KH. Masduqi, KH. Zainal Abidin Munawir, KH. Waris kesemuanya adalah pimpinan Nahdiyin. Kita tidak boleh pesimis dengan wafatnya beberapa ulama.

Kesedihan dan perasaan duka adalah suatu hal yang wajar. Yang penting sekarang dan seterusnya adalah bagaimana kita dapat melanjutkan dan melestarikan ilmu dan amalan yang telah beliau berikan dan contohkan kepada kita.

---
Masluh Jamil

Follow me on Twitter | Facebook | GooglePlus