Tampilkan postingan dengan label Campus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Campus. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2015

PDDIKTI-Feeder, Jantungnya Perguruan Tinggi

Serius tapi santi, saat Sugiyamto memberikan materi Feeder PDDIKTI di Gedung Pascasarjana UPGRIS (Senin, 3/8/2015)
Lengkap sudah perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di wilayah Kopertis Wilayah 6 mengikuti kegiatan Workshop Aplikasi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Feeder (PD-DIKTI Feeder) yang dilaksanakan di Gedung Pascasarjana Lt. V Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang dilaksanakan mulai tanggal 28 Juli s/d 4 Agustus 2015.

Workshop dilaksanakan secara marathon yang dibagi menjadi 3 Rayon. Dimulai Rayon III (wilayah Purwokerto dan sekitarnya) dilaksanakan tanggal 28 s/d 29 Juli 2015, Rayon II (Wilayah Surakarta dan sekitarnya) pada tanggal 30 s/d 31 Juli 2015, sedangkan Rayon I (wilayah Semarang dan sekitarnya) pada tanggal 3 s/d 4 Agustus 2015.

Acara yang diselenggarakan Kopertis 6 ini untuk meningkatkan pemahaman peserta (operator PDDIKTI Perguruan Tinggi-red) sekaligus memaparkan penjelasan secara teknis PDDIKTI.

PDDIKTI merupakan jantung-nya perguruan tinggi“, sambut Dra.Sri Suciati, M.Hum selaku tuan rumah, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor I UPGRIS. Lebih jauh, Suciati memberikan contoh pentingnya PDDIKTI bagi sivitas akademika, bahwa semester kemarin mahasiswanya tidak dapat melakukan pendaftaran SM3T. Hal ini disebabkan ada beberapa permasalahan yang ada di PDDIKTI.

Sedangkan Prawoto, S.E., M.Si.  menjelaskan bahwa PDDIKTI Feeder merupakan aplikasi yang digunakan sebagai pengganti layar biru. “Seharusnya kegiatan workshop dilaksanakan di Kantor Kopertis Wilayah VI, namun karena ada kegiatan pada waktu yang bersamaan sehingga acara (workshop-red) dilaksanakan di UPGRIS”, jelasnya.

Agung Purwanto, S.H. mewakili Koordinator Kopertis Wilayah VI, pada sesi Rayon I menandaskan bahwa PDDIKTI digunakan sebagai dasar untuk sistem penjaminan mutu secara nasional. PDDIKTI dapat berjalan baik, apabila pihak perguruan tinggi, lebih khusus kepada pihak pimpinan PT ikut serta dalam mendukung PDDIKTI, baik itu berupa komitmen, pendanaan, pengembangan SDM maupun pengembangan infrastruktur yang diperlukan, jelas Agung yang juga menjabat Kabid Akademik, Kemahasiswaan dan Kelembagaan Kopertis Wilayah VI.

Tampak hadir Adityo Wibowo, S.T., M.Eng. (dari Unisulla Semarang), Sugiyamto, M.Kom. (dari Unisbank Semarang), dan Hidayat Prihantono (dari STIE Atma Bakti Surakarta) sebagai narasumber dalam workshop ini.

Apabila sesuai dengan jadwal, workshop akan ditutup besok (Selasa, 4/8/2015) pada pukul 12.00 WIB oleh Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah VI (Sri Sujianti, S.H.).

PS: Download Materi Workshop PDDIKTI Feeder 2015

Senin, 08 Desember 2014

Pusat Pembibitan di Perusahaan Rokok


Kudus, selain memiliki sebutan kota santri, Kudus juga sering disebut kota kretek. Tidak salah memang julukan tersebut. Sebuah kota kecil yang terletak di wilayah Pantura (Pantai Utara) Jawa Tengah. Kota yang memiliki luas 42.516 Ha tersebut terdapat beberapa perusahaan rokok. Diantaranya yang paling menonjol adalah perusahaan Djarum.

Djarum juga memiliki kawasan yang disebut dengan Djarum OASIS Kretek Factory. Yang terletak di Desa Gondangmanis Kec. Bae Kabupaten Kudus. Proyek Pembangunan Djarum OASIS dimulai tahun 2005. Hmm… Jadi tidak terasa sudah hampir 10 tahun Djarum OASIS ini berdiri ya...


Disambut dengan OASIS Kretek Factory


1417900711943160297
Djarum OASIS Kretek Factory


Meskipun begitu, tidak semua orang bisa mengetahui apa dan bagaimana suasana yang ada di dalam Djarum OASIS Kretek Factory tersebut. Lalu bagaimana kira-kira suasana di dalam? Mau tau, apa mau banget?
Disclaimer: Tulisan ini saya buat hanya untuk menampung keinginan saya bernarsis ria. Haha… Tanpa bermaksud mempromosikan salah satu perusahaan rokok di Kudus. Jadi jangan kaget, jikalau banyak gambar saya didalamnya.

Melalui kunjungan Pimpinan Perguruan Tinggi PTN/PTS Bidang Kemahasiswaan Rayon I Jawa Tengah, akhirnya saya bisa mengetahui bagaimana suasana didalamnya.

Di dalam kawasan Djarum OASIS ini tidak hanya ada Pabrik Sigaret Kretek Mesin saja, melainkan juga terdapat IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), Rumah Adat Joglo khas Kudus, bahkan ada tempat pertemuan.

Namun yang tak kalah menariknya adalah begitu luasnya kawasan hijau di dalamnya. Begitu saya masuk ke kawasan Djarum OASIS ini terlihat hamparan lahan yang luas yang ditata demikian apiknya seperti di daerah perbukitan.

14178484551298904042
Dipersimpangan jalan, lihat papan penunjuk arah agar lebih mudah plaza mana yang dituju



14178484411217868576
Taman hijau di salah satu sudut Djarum OASIS

Selama perjalanan saya ditemani oleh pemandu dari Djarum. Dengan sopan dan sabar Pemandu tersebut menjawab setiap pertanyaan.

1417848435521287105
Salah satu gerbang masuk plaza. Tampak Pemandu semangat memberikan penjelasan



Di sepanjang perjalanan, akan ditemui beberapa monumen. Diantaranya yang sempat tertangkap kamera adalah Monumen Apresiasi Budaya, Monumen Djarum Beasiswa Bulu Tangkis, dan  Djarum Foundation Park.

14178484272117927448
Djarum Foundation Park


1417848421609671913
Djarum Beasiswa Bulu Tangkis

Pusat Pembibitan Tanaman

Di sekitar bagian timur, terdapat Pusat Pembibitan Tanaman PT. Djarum. Di tempat inilah bibit-bibit tanaman untuk Bakti Lingkungan Djarum Foundation berasal. Seperti penanaman pohon trembesi di pulau Jawa (lengkapnya di djarumfoundation.org).


14178484111863640724
Narsis di depan salah satu tempat pembibitan Djarum


1417848406343807177
Salah satu rumah pembibitan
 
14178483931087681428
Asyik mendengarkan pemaparan dari salah satu Pemandu


14178483881473100219
Mengenal lebih dekat pembibitan tanaman di Djarum OASIS
 

1417848374119456099
Salah Satu Contoh Sistem Tanam Model Hidroponik



1417848368670358888
Diluar, terlihat begitu banyak bibit tanaman yang siap tanam



1417848357825022736
Mengabadikan momen di lorong pembibitan tanaman



Seharian mengelilingi kawasan Djarum OASIS sampai kaki merasa pegal, pun masih belum puas karena masih banyak yang belum saya sambangi.


Djarum yang selama ini dikenal luas dengan perusahaan rokoknya, juga memiliki beberapa Program Djarum Foundation. Antara lain Djarum Bakti Sosial (yang dimulai 1951), Djarum Bakti Olahraga (dimulai 1969), Djarum Bakti Lingkungan (dimulai tahun 1979), Djarum Bakti Pendidikan (dimulai 1984), dan Djarum Bakti Budaya (sejak tahun 1992).


Dan terakhir, waktunya narsis

14178483512145447924
Sebelum pulang, narsis bareng dulu
 
14178483401681474825
Lihatlah langit di atas! Disanakah engkau gantungkan cita-citamu?


1417848336250328194
Menikmati rumah jogjo di Djarum OASIS, sambil nunggu kopi datang




***

Foto: arsip pribadi

Kamis, 04 September 2014

Aptisi Wilayah VI Jateng Selenggarakan Pelatihan Pengisian ISO

Budi Djatmiko menyampaikan Materi Pentingnya ISO. Rabu (3/9/2014) di Hotel Noormans Semarang. (Foto: Dokpri)


Semarang. Pelatihan Pengisian International Standard Organization, ISO 9001-2008 Perguruan Tinggi Swasta bagi Anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) yang dilaksanakan Rabu s/d Kamis, 3 s/d 4 September 2014 di Hotel Noormans Semarang diikuti dengan semangat oleh para peserta.

Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto, M.Pd.,Kons yang akrab disapa Prof DYP, selaku Koordinator Kopertis Wil VI Jateng, dalam sambutannya mengemukakan bahwa kebanyakan dari kita selalu kurang dalam hal pendokumentasian.

"Hendaknya kita bisa catat apa yang dikerjakan dan kerjakan apa yang dicatat", pesannya sebelum menutup sambutannya.

Antusiasme Peserta PElatihan. (Foto: Dokpri)


Acara yang dimoderatori oleh Drs. Bagus Prayitno MT (Sekretaris I Asosiasi Perguruan Tinggi Jawa Tengah) tersebut dihadiri sekitar 60 peserta dari berbagai perguruan tinggi tersebut berlangsung secara aktif. Hal tersebut bisa disaksikan disela-sela narasumber memberikan materinya, peserta sering melakukan interupsi menanyakan hal-hal yang dirasa kurang dimengerti.

Tampak hadir Ketua Aptisi Pusat Bidang Organisasi, Dr. Ir. M. Budi Djatmiko, M.Si, M.Ei sebagai pemateri utama dan Heri Jumaidi dari Konsultan ISO 9001:2008.
Heri Jumaidi, Konsultan ISO pun hadir memberikan materi. (Foto: Dokpri)


Budi menjelaskan tentang perlunya penerapan ISO dalam perguruan tinggi, serta perbandingan antara LAM-PT (Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi), BAN-PT (Badan Akreditasi Perguruan Tinggi). Dan juga perbedaan serta persamaan antara AIPT (Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi) dan ISO. Budi, yang juga Ketua LAM-PT Aptisi Pusat juga menjelaskan 7 standar minimal yang harus dipenuhi pada AIPT.

Prof. Dr. Y. Sutomo, MM, Sekretaris APTISI Wil. VI, Semarang menutup pelatihan sekaligus mengemukakan kesimpulan dan pandangannya. Tomo juga memberikan informasi tentang akreditasi, isu-isu terhangat seputar perguruan tinggi swasta serta capaian, rencana dan harapan Aptisi.

Narsis dulu sebelum ditutup. (Foto: Dokpri)

Kamis, 14 Agustus 2014

Ratusan Operator PTS Hadiri Optimalisasi PDPT

Keseriusan peserta saat mendengarkan paparan 
Optimalisasi PDPT di Kopertis 6. (Foto: Muhfit Mumtazah)
MasluhJamil.Com, Semarang: Ratusan perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di wilayah Kopertis Wilayah 6 menghadiri kegiatan Optimalisasi Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) yang dilaksanakan di Gedung A Kopertis Wilayah 6 hari ini (Kamis, 14/08/2014).

Acara diselenggarakan Kopertis 6 ini untuk mengetahui dan mengatasi permasalahan PDPT yang ada di tingkat perguruan tinggi sekaligus memaparkan penjelasan teknis PDPT.

Tampak hadir Bagian PDPT Kopertis Wilayah 6, diantaranya Prawoto, S.E., M.Si., Agung Nagaro, S.E. dan Sri Hartono, S.Kom. Secara estafet mereka memberikan penjelasan teknis operasional PDPT.

Prawoto menjelaskan bahwa PDPT sudah diundangkan melalui UU 12/2012, sehingga perguruan tinggi berkewajiban melaksanakan UU tersebut.  “Hanya nasib operatornya saja yang belum diundang”, celetuk salahsatu peserta diikuti gelaktawa peserta lainnya menambah cair suasana.

Hartono menjelaskan secara detail proses pengajuan Nomor Induk Dosen (NIDN), pengajuan Nomor Urut Pengajar Nasional (NUPN), serta proses pengajuan NUPN menjadi NIDN. Sedangkan untuk perubahan data dosen, perubahan homebase dosen baik intern maupun ekstern perguruan tinggi dijelaskan oleh Agung.

“Mohon TBDOS yang dipakai untuk verifikasi dan validasi dapat ditampilkan di laman kopertis 6 sehingga dalam proses pelaporan lebih efektif”, pinta salahsatu peserta dalam sesi tanya jawab. Agung pun langsung menjawab akan mengusahakan hal tersebut.

Acara yang ditutup sekitar pukul 14.15 WIB oleh Koordinator Kopertis Wilayah 6, Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd.,Kons. Sebelumnya beliau berpesan bahwa PDPT adalah salahsatu dari 3 komponen pokok suatu perguruan tinggi (Yayasan yang legal, Akreditasi Istituasi dan PDPT). Harapannya PDPT beserta operatornya dapat mendapatkan perhatian yang serius khususnya dari pimpinan PT.

Senin, 26 Mei 2014

Pendidikan Politik: Siapapun Presidennya, Kita Tetap Satu

Kita punya pendapat dan pandangan politik yang berbeda. Bahkan partai pun kita tak sama. Hal tersebut mau tidak mau dan harus diakui.

Namun, jangan sampai hal itu justru menjadikan pertemanan kita semakin jauh atau bahkan sampai terpecah-belah.

Kita semua adalah teman, kita semua adalah sahabat dan kita semua adalah saudara. Kita semua memiliki keyakinan bahwa kita semua menginginkan bangsa ini tumbuh menjadi bangsa yang besar, bangsa yang berdaulat dan bangsa yang mandiri.
Memang beda jalan yang kita pilih dan kita lalui untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar.
Saat masa kampanye, kita semua memiliki pandangan dan pendapat tentang calon yang kita usung masing-masing. Semua calon adalah baik. Kita semua memiliki pemikiran yang sama bahwa calon pilihan kita adalah yang terbaik.
Kita semua bekerja semaksimal-mungkin untuk agar calon yang kita usung berhasil dan menang dalam Pemilu. Begitupun dengan rival politik kita.

Dan memang sebagai warga negara yang baik, KITA HARUS memiliki pilihan. Golput bukan pilihan, golput hanya pembenaran atas kebimbangan dan kegaulauan dari kekurangmantapan kita dalam menentukan pilihan. Pilihan yang kita dasarkan pada perenungan, penggalian data. Sebagai umat yang beragama alangkah eloknya apabila Tuhan pun dilibatkan dalam memilih pilihan kita, tak ubahnya seperti memilih jodoh.
Kita harus punya pilihan, pilihan boleh beda. Kita sudah terlatih hidup di bangsa yang berbhineka tunggal eka.
Saya ucapkan selamat buat calon yang nantinya terpilih dan dipilih oleh rakyat sekaligus pendukungnya. Semoga apa yang diamanatkan dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat pada umumnya, dan kepada Tuhan YME pada khususnya.

Bagi Anda--calon sekaligus pendukungnya yang belum terpilih dan dipilih rakyat, bahwa tidak terpilih bukan berarti rakyat tidak menghendaki anda. Akan tetapi inilah demokrasi yang kita semua sepakat untuk dijunjung-tinggi bersama-sama.
Mari kita DUKUNG bangsa INDONESIA dengan MENDUKUNG SIAPAPUN yang nantinya akan terpilih dan dipilih oleh rakyat Indonesia. Meskipun dia bukan berasal dari calon yang kita usung, tidak kita pilih dan tidak kita dukung saat masa kampanye.
Pemilu ibarat rapat atau musyawarah untuk mencapai kata mufakat. Dalam rapat tersebut, kita semua menyampaikan semua ide, pendapat, gagasan dan pandangan yang kita yakini baik dan benar. Tak terelakkan lagi adu argumentasi pun terjadi, bahkan kadang adu mulut pun menjadi sesuatu hal yang lumrah di dalam rapat.

Tetapi setelah rapat diputuskan hasilnya, hendaknya kita semua melaksanakan hasil keputusan rapat tersebut dengan penuh tanggung jawab. Kita hilangkan semua perbedaan selama rapat. Kita kesampingkan ide, pendapat, gagasan dan pandangan pribadi yang kita pertahankan selama rapat.
Kita dukung dan kita laksanakan sebaik dan semaksimal mungkin hasil keputusan rapat.
Mengutip dari Anies Baswedan, "Lawan beda dengan musuh. Lawan debat adalah teman berpikir, lawan badminton adalah teman berolah raga. Beda dengan musuh yang akan saling menghabisi"

So... Mari kita bangun bangsa dan negara kita sebaik dan semaksimal mungkin yang kita mampu sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas kita.

Minggu, 06 April 2014

Pendaftaran Beasiswa Djarum 2014/2015

Tahun ini Djarum Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa berprestasi. Para penerima Djarum Beasiswa Plus mendapatkan dana beasiswa sebesar Rp 750.000,- setiap bulan selama 1 tahun.


Selain dana beasiswa, para penerima Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) juga mendapatkan pembekalan berbagai macam soft skills, guna menyerasikan antara pencapaian akademik (hard skills) yang diperoleh di kampus dengan berbagai ketrampilan agar para Beswan Djarum dikemudian hari menjadi manusia yang cakap intelegensia dan emosional.

Kegiatan soft skills yang diberikan diantaranya: nation building, character building, leadership development, competition challenges, Community Empowerment, serta International Exposure.

PERSYARATAN UMUM :
  • Sedang menempuh Tingkat Pendidikan Strata 1 (S1) pada semester IV dari semua disiplin ilmu.
  • IPK minimum 3.00 pada semester III.
  • Dapat mempertahankan IPK minimum 3.00 hingga akhir semester IV.
  • Aktif mengikuti kegiatan organisasi baik di dalam maupun di luar Kampus.
  • Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain
PERSYARATAN ADMINISTRASI
  • Mengisi Form Pendaftaran secara online di melalui http://djarumbeasiswaplus.org
  • Fotocopy Kartu Hasil Studi semester III.
  • Fotocopy sertifikat kegiatan organisasi/surat keterangan aktif berorganisasi.
  • Surat keterangan dari Kampus tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
  • Satu lembar foto ukuran 4 x 6 cm berwarna memakai jas almamater.
AGENDA KEGIATAN
  1. Pendaftaran : 7 April - 31 Mei 2014
  2. Tes Seleksi : 8 Juni - 24 Agustus 2014 Tes Potensi Akademik (TPA) dan Wawancara.
  3. Verifikasi : 25 Agustus - 30 Agustus 2014 Memastikan kandidat yang lolos tes seleksi dapat mempertahankan IPK minimum 3.00 pada akhir semester IV.
  4. Pengumuman : 31 Agustus 2014 Dapat dilihat di website ini dan juga tersedia di Bagian Kemahasiswaan Kampus.
  5. Masa Aktif : 1 September 2014 - 31 Agustus 2015
Info selengkapnya bisa dilihat diwebsite http://www.djarumbeasiswaplus.org/

    Minggu, 22 Desember 2013

    Penarikan Mahasiswa KKN UMK 2013 Dalam Talkshow

    Penandatangan MoU oleh Marzuqi, Sarjadi
    dan Haryono Suyono (dari kiri ke kanan)
    di Pendopo Jepara. Sabtu, 21/12/2013
    JEPARA-Acara Talkshow yang disiarkan dan dipandu Mbak Iin dari stasiun TVRI dan dihadiri oleh Mantan Menko Kesra selaku Ketua Yayasan Damandiri Prof. Dr. Haryono Suyono, MA., Ph.D dan Rektor UMK Prof. Dr. dr. Sarjadi, Sp.PA, serta Bupati Jepara KH. Ahmad Marzuqi, SE, Sabtu (21/12/2013) di Pendopo Kabupaten Jepara berlangsung meriah.

    Ir. Shodiq Eko Ariyanto, MP dalam sambutannya selaku Ka. LPM UMK menyampaikan KKN Tematik Posdaya yang telah dilakukan di Jepara telah membentuk sebanyak 101 Posdaya yang tersebar di Kecamatan Mayong dan Nalumsari. 

    KKN Tematik Posdaya tahun ini merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, dimana mahasiswa UMK yang "ber-KKN" bertugas melakukan pendampingan ke masyarakat dalam melaksanakan dan mewujudkan 4 pilar (Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup). Rektor UMK juga menambahkan perlu adanya dukungan dari berbagai pihak terutama dari Pemerintah Kabupaten Jepara supaya beberapa tahun kedepan percepatan perbaikan kehidupan masyarakat Jepara bisa lebih baik.

    "Pemerintah Daerah melalui SKPD terkait harus bisa "nguri-uri" posdaya yang telah terbentuk sebagai percontohan (role-model) untuk bisa membentuk posdaya-posdaya lainnya yang ada di Kabupaten Jepara, dan hal tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan dari masyarakat dan pemerintah sehingga target Adipura Kencana dan MDGs  2015 untuk Kabupaten Jepara dapat tercapai," tegas Marzuqi. "Saya memberikan dorongan, dan doa serta ucapan terima kasih kepada mahasiswa UMK sehingga nuril ilmi akan selalu terlimpah kepada mahasiswa dan civitas akademika Universitas Muria Kudus," tambah Marzuqi.

    Sebelum acara talkshow dimulai, dilakukan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Jepara dengan Yayasan Damandiri; penandatanganan MoU antara Yayasan Damandiri dengan Universitas Muria Kudus tentang Program Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Masyarakat melalui KKN Tematik Posdaya; serta Pembacaan Deklarasi Penumbuhan Posdaya Jepara oleh Bupati Jepara.

    Dalam talkshow tersebut Haryono Suyono juga memberikan surprise kepada Ahmad Marzuqi. "Bantuan bibit rumput laut yang rencana semula hanya akan diberikan 10 ton bibit rumput laut, ditambah 15 ton. Sehingga total 25 ton bibit rumput laut yang akan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara," jelas Haryono Suyono. Rumput laut tersebut memiliki banyak manfaatnya, antara lain untuk bahan konsumsi, bahan kosmetik, hingga bahan produksi pasta gigi. Area yang ditanami rumput laut bisa dimanfaatkan untuk ternak bandeng dan udang, imbuh Haryono Suyono.

    Sehingga, menurut Haryono Suyono, posdaya perlu dibentuk di desa dan di daerah pesisir laut dengan menggerakkan kader-kader PKK yang ada di pesisir.

    Menariknya, dalam talkshow tersebut Haryono Suyono melakukan interview secara langsung untuk mengetahui sejauhmana kesiapan penerimaan bantuan tersebut. Mulai dari Rektor UMK, Ka. LPM, Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas, Ketua SKPD terkait, Ketua PKK, bahkan sampai Kepala Desa pun tak luput dari sasaran interview nya. Harapannya Kabupaten Jepara akan menjadi daerah percontohan penanaman pemberdayaan rumput laut.

    Acara talkshow diselingi dan dimeriahkan oleh penampilan Tari Merak dari anak-anak SDLB penyandang tunarungu, beberapa lagu keroncong dibawakan oleh anak-anak SMP Negeri Jepara. Bahkan Bupati Jepara pun tidak ketinggalan, beliau ikut menyemarakkan acara tersebut dengan menyanyikan lagu "Rayuan Pulau Kelapa". Dipenghujung acara, acara ditutup dengan suara merdu dari anak-anak SDLB penyandang tunanetra.