Tampilkan postingan dengan label Kisah Malaikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Malaikat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 September 2015

Kisah Orang Mati Hidup Lagi

Semua yang namanya makhluk pasti akan merasakan mati. Tapi hampir semua makhluk pasti takut akan datangnya mati. Bahkan bertemu malaikat maut pun merasa ketakutan.

Malaikat maut datang menjumpai makhluk untuk mencabut nyawa, semuanya atas perintah Allah SWT. Tak pernah sekalipun malaikat maut bertindak atas kemauaan sendiri.


Sering kita membaca berita yang heboh dan menghebohkan dimana ada orang yang mati, tapi bisa hidup kembali. Bukannya orang tersebut sakti, namun semua adalah sudah Kehendak Allah SWT.

Kisah orang mati lalu hidup lagi sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu kala, sebelum Nabi Musa as.

Ini ada kisah yang mengejutkan, orang ingin segera mati dengan tujuan agar lebih beriman kepada Allah SWT. Siapakah dia?
Dialah Nabi Idris as.

Kisahnya


Beliau, Nabi Idris as adalah seorang yang sanat alim dan dia senang bersahabat dengan malaikat Maut. Persahabatannya tersebut dilandaskan karena sama-sama iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pada suatu hari, Nabi Idris as berkata kepada Malaikat Izrail,
"Wahai sahabatku, sebenarnya saya ingin sekali segera mati karena sayaingin merasakan bagaimana sakitnya ketika nyawa dicabut, agar keimanan saya bertambah."

"Wahai Nabiyullah, belum saatnya engkau mati, "ucap Malaikat Maut.

"Sesudah aku merasakan mati, kemudian berdoalah kepada Allah SWT agar saya diizinkan hidup kembali seperti sedia kala, "ujar Nabi Idris tanpa menghiraukan ucapan Malaikat Maut.

Mendengar penuturan Nabi Idris as tersebut, Malaikat Maut menjelaskan bahwa dirinya belum pernah mencabut nyawa sekakipun tanpa perintah Allah SWT.

Mati Hidup Lagi
Allah Maha Mendengar. Allah Maha Mengetahui.

Setelah itu, tiba-tiba saja turunlah wahyu dari Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Idris as.

Maka dicabutlah nyawa Nabi Idris as. Kematian Nabi Idris as telah membuat Malaikat Maut meraa amat sedih karena telah kehilangan sahabat karibnya itu.

Dalam kesedihannya, Malaikat Maut berdoa kepada Allah SWT agar Nabi Idris as dihidupkan kembali. Allah SWT mengabulkan doanya.

Dalam sekejap, Nabi Idris as hidup kembali.

Nabi Idris as kemudia berkata,
"Wahai sahabatku! Saya mengucapkan terima kasih kepadamu karena doamulah yang menyebabkan saya dihidupkan kembali oleh Allah SWT."

Demikianlah, Nabi Idris as bisa hidup kembali setelah mati.

Selang waktu berganti, beliau tetap alim dan menyebarkan agama Allah SWT di atas bumi. Dan pada waktunya nanti, beliau benar-benar dicabut nyawanya dan ditempatkan di surga.

Wallahu A'lam...

Senin, 20 Oktober 2014

Kisah Malaikat Izrail Mencabut Nyawanya Sendiri

Assalamu'alaikum wr. wb sahabat..

Pada pagi hari ini ingin berkisah tentang malaikat, seorang malaikat disuruh Allah SWT untuk mencabut nyawanya sendiri.
Bagaimanakah rasanya jika si pencabut nyawa mencabut nyawanya sendiri?
Kenapa tidak dicabut oleh malaikat Izrail? ya karena yang dicabut nyawanya adalah ya malaikat izrail itu sendiri. Karena begitu taatnya malaikat kepada Allah SWT, maka dicabut jualah nyawanya sendiri itu.
Bagaimana Kisahnya...

Malaikat

KISAHNYA.
Adalah Malaikat Izrail yang telah diberi tugas oleh Allah SWT sebagai malaikat pencabut nyawa. Kelak pada saat Malaikat Israfil yang bertugas meniup terompet sangkakala, maka nanti kiamat akan terjadi. Saat itu semua yang hidup akan mati.

Hari itu kiamat telah tiba, dan sang sangkakala pun ditiuplah sebanyak tiga kali.
  • Tiupan pertama untuk menakuti siapa saja yang hidup.
  • Tiupan kedua untuk mematikan segala makhluk yang ada di bumi.
  • Tiupan ketiga untuk membangkitkan segala yang mati.




Nah, pada saat sangkakala ditiup oleh malikat Israfil, maka matilah semua makhluk, kecuali:
1. Malaikat Jibril.
2. Malaikat Izrail.
3. Malaikat Israfil.
4. Hamalatul Arsy.

Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat Izrail untuk mencabut roh-roh semua malaikat-malaikat di atas. Dan malaikat Izrail melaksanakan perintah Allah SWT tersebut.

Malaikat IZRAIL Menjerit dengan Keras.
Setelah ketiga malaikat tadi sudah dicabut, giliran Malaikat Izrail, hanya ada Allah SWT dan malaikat Izrail saja setelah itu.

Allah SWT berfirman,
"Hai Malakulmaut (malaikat izrail), tidakkah kamu mendengar FirmanKu, Kullu Nafsin Dza'iqatul maut, tidakkah engkau tahu setiap yang bernyawa itu akan merasakan mati."



Allah SWT berfirman lagi,
"Aku jadikan engkau untuk tugas itu dan engkau juga harus mati."

Dalam riwayat lain diceritakan bahwa ketika Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya sendiri. Maka pergilah Malaikat Izrail ke sebuah tempat antara surga dan neraka. DI tempat itulah Malaikat Izrail mencabut rohnya sendiri.

Saat rohnya dicabut, maka menjeritlah Malaikat Izrail dengan sangat keras, bahkan dengan jeritannya itu bila masih ada makhluk yang hidup, maka dia akan binasa, karena jeritannya super dahsyat.

Malaikat Izrail berkata,
"Kalaulah aku tahu bagaimana sakitnya saat roh dicabut, maka aku sudah barang tentu akan mencabut roh orang-orang mukmin dengan cara yang paling lembut sekali."

Setelah Malaikat Izrail mati, maka tinggal Allah SWT sajalah yang Maha Berdiri, Maha Esa, Maha Berkuasa, Maha dan Maha lainnya.

Manusia Dibangkitakan.
Nah, setelah hanya Allah SWT saja yang jumeneng, maka Allah SWT kemudian menghidupkan Malaikat Israfil dan Hamalatul Arsy. Allah SWT memerintahkan Malaikat Israfil untuk meletakkan terompet sangkakala di mulutnya, menunggu perintah Yang Maha Kuasa selanjutnya (belum ditiup).
Kemudian malaikat ketiga yang dihidupkan Allah SWT adalah Malaikat Jibril, dan yang keempat Malaikat Mikail. Dan setelah Malaikat Jibril dan Mikail dihidupkan

Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail untuk pergi ke makam Rasulullah SAW dengan membawa perhiasan-perhiasan dari surga dengan mengendarai BUROQ (Sejenis hewan tunggangan Rasulullah SAW pada saat Isra' Mi'raj).
Kemudian Allah SWT menghidupkan Nabi Muhammad SAW, barulah kemudian semua manusia dihidupkan.

Semua manusia keluar dari dalam perut bumi dalam keadaan telanjang bulat, berjalan menuju Tuhan mereka. Kemudian mereka (manusia) berhenti di suatu tempat selama 70 tahun dan Allah SWT membiarkan mereka. Hanya isak tangis, banjir air mata hingga sampai mulut manusia itu sendiri.
(Riwayat Abu Hurairah ra).

Tambahan:
Aku merasa, beruntunglah kita umat Nabi Muhammad SAW karena Beliau telah membocorkan rahasia ini kepada umatnya. Dan ucapan Rasulullah SAW adalah selalu benar kan. Ayo persiapkan diri kita sendiri masing-masing, aku ulangi masing-masing, karena tiada penolong di pemberhentian 70 tahun itu selain amal ibadah kita selama hidup di dunia ini.)

Rabu, 15 Oktober 2014

Sayap Malaikat Dipatahkan dan Diasingkan di Bumi

Assalamu'alaikum wr. wb.

Selamat sore para pwmbaca sekalian. Sudah sebulan waktunya blog Kisah Teladan Islami ini untuk menambah jumlah postingan. Dan kali ini berjudul Sayap Malaikat Dipatahkan dan diasingkan di bumi karena kelalaiannya untuk tidak berdiri menyambut kedatangan kekasih Allah SWT.

Ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra. Mi'raj ke Sidratul Muntaha, terdapat satu malaikat yang enggan menghormati kedatangan Rasulullah SAW. Akibatnya ia dihukum, kedua sayapnya dipatahkan dan diasingkan di atas gunung. Seru dan menarik penuh hikmah untuk disimak ceritanya.

Kisahnya

Di dalam KitabMukasyafatul Qulub kaya Hujjatul Islam Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammas dikisahkan tentang hukuman malaikat yang terbukti enggan menghormati kedatangan Rasulullah SAW.

Ketika itu tengah terjadi peristiwa Isar Mi'raj atau perjalanan Rasulullah SAW menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat. Di saat itu Rasulullah SAW melintasi langit, terdapat 70 ribu malaikat di langit yang berbaris dan melayaninya. Mereka begitu hormat atas kedatangan Rasulullah SAW. Akan tetapi, ada satu malaikat yang enggan memberi hormat. Malaikat itu bahkan tidak berdiri saat Rasulullah SAW melintasi langit.

Maka Allah SWT kemudian menghukum malaikat tersebut dengan mematahkan kedua sayapnya. Tidak hanya itu saja, malaikat nakal itu juga diasingkan di bumi dan ditempatkan di atas sebuah gunung yang tinggi. Di tempat itu malaikat yang satu ini hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya.

Diasaingkan di Atas Gunung

Keberadaan malaikat yang dihukum tersebut diketahui oleh Rasulullah SAW saat mendapatkan laporan dari Malaikat Jibril as. Kepada beliau, Malaikat Jibril berkata,
"Ya Rasulullah SAW, aku telah melihat ada seorang malaikat langit berada di atas singgasananya. Di sekitarnya terdapat 70.000 malaikat berbaris melayaninya. Pada setiap hembusan nafasnya, Allah SWT menciptakan darinya seorang malaikat. Dan sekarang ini kulihat malaikat itu berada di atas Gunung Qaaf dengan sayapnya yang patah dan sedang menangis."




Malaikat Jibril lantas mengatakan bahwa suatu hari malaikat yang malang itu melihat kehadiran Malaikat Jibril. Sambil menangis, malaikat itu meminta pertolongan.
"Adakah engkau mau menolongku wahai Jibril?" tanya malaikat malang tersebut.
"Apa salahmu?" tanya Malaikat Jibril.
"Ketika aku berada di atas singgasana pada malan Israk Mikraj, lewatlah padaku Muhammad, kekasih Allah SWT. Lalu aku tidak berdiri menyambutnya dan Allah menghukumku dengan hukuman ini, serta menempatkanku di sini seperti yang engkau lihat," jelas malaikat malang itu yang terus menerus menangis dan menyesali perbuatannya.

Mendapat Ampunan Allah SWT

Setelah menangkap penjelasan itu, Malaikat Jibril pun mencoba untuk memberikan pertolongan dengan merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Maka Allah SWT berfirman,
"Hai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas kekasihKu, Muhammad SAW."

Kemudian Malaikat Jibril menyampaikah hal itu kepada malaikat malang tersebut agar membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Sesuai dengan perintah Jibril, malaikat malang tersebut langsung membaca shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW hingga akhirnya Allah SWT memberikan ampunan kepadanya.

Allah SWT kemudian menumbuhkan kembali kedua sayapnya serta menempatkannya kembali di atas singgasananya.

Sebagai orang muslim, sudah seharusnya kita memperbanyak shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW. Selain sebagai bukti cinta kita kepada beliau, bacaan shalawat juga bernilai pahala serta memiliki banyak sekali keutamaan.




Bahkan dalam Al Qur'an, Allah SWT telah memerintahkan agar kita senantiasa membaca shalawat.

Allah SWT berfirman,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya[1230]."

Penjelasan:
[1229] Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari Malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan:Allahuma shalli ala Muhammad.
[1230] Dengan mengucapkan Perkataan seperti:Assalamu'alaika ayyuhan Nabi artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi.

Itulah Kisah Malaikat di Kisah Telada Islami ini.
Semoga bermanfaat bagi semuanya.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

Rabu, 25 September 2013

Kisah Malaikat Seribu Tangan

Assalamu'alaikum wr wb.

Kisah dialog singkat ini memberitahukan kepada kita semua bahwa begitu besarnya pahala membaca shalawat nabi, sehingga malaikat saja yang mempunyai seribu tangan dan setiap tangan memiliki seribu jari tak sanggup menghitungnya.
Subhanallah...




Berikut Kisahnya

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda,

Ketika aku diperjalankan pada malam hari untuk mikraj ke langit, aku melihat ada malaikat yang memiliki seribu tangan dan di setiap tangannya terdapat seribu jari jemari.

Ketika ia sedang menghitung setiap tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi, aku bertanya kepadanya,
"Apakah kamu mengetahui jumlah tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi sejak Allah SWT menciptakan dunia?"




"Ya Rasulullah, demi Allah SWT yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran kepada makhluk-Nya, aku tidak hanya mengetahui setiap tetesan hujan yang turun dari langit ke bumi, tetapi aku juga mengetahui secara rinci berapa jumlah tetesan hujan yang jatuh di lautan, di daratan, di bangunan, di perkebunan, di daratan yang bergaram, dan di pekuburan.

Rasulullah SAW bersabda kembali,
"Aku sangat kagum akan kemampuan hafalan dan ingatanmu dalam perhitungan."
Malaikat berkata kembali, "Ya Rasulullah, ketahuilah bahwa ada yang tak sanggup aku hafal dan mengingatnya melalui perhitungan tangan dan jari jemariku ini."

Rasulullah SAW bertanya, "Perhitungan apakah itu?"
Malaikat menjawab, "Aku tidak sanggup menghitung jumlah pahala shalawat yang disampaikan oleh sekelompok umatmu ketika namamu disebut di suatu majelis."

Subhanallah...

Wa'alaikum Salam wr rb.
Al-Mustadrak.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Kisah Patahnya Sayap Malaikat Langit

Diriwayatkan pada suatu hari, Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW dan berkata,
"Ya Rasulullah, aku telah melihat seorang malaikat di langit sedang berada di atas singgasananya. D sekitarnya terdapat 70 ribu malaikat berbaris melayaninya. Pada setiap hembusan nafasnya, Allah SWT menciptakan darinya seorang malaikat."

"Dari sekarang ini, aku melihat malaikat itu berada di Gunung Qaaf dengan sayapnya yang patah sedang menangis tersedu, "Lanjut Malaikat Jibril.


Sayap Patah

Ketika dia melihatku, dia berkata,
"Apakah engkau mau menolongku?"
Aku berkata, "Apa salahmu?"




Dia berkata,
"Ketika sedang berada di atas singgasana pada makam Mi'raj, lewatlah padaku Muhammad, Kekasih Allah SWT. Lalu aku tidak berdiri untuk menyambutnya sehingga Allah SWT menghukumku dengan ini (sayapnya patah) serta menempatkanku di sini seperti yang kau lihat."

Maaikat Jibril berkata,
"Seraya aku merendah diri di hadapan Allah SWT, aku memberinya pertolongan."
Maka Allah SWT berfirman,
"Wahai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas KekasihKu, Muhammad SAW."

Malaikat Jibril berkata lagi,
"Kemudian malaikat itu membaca shalawat kepadamu dan Allah SWT mengampuninya serta menumbuhkan kembali kedua sayapnya, lalu menempatkannya lagi di atas singgasananya."




Sungguh betapa mulianya Nabi Muhammad SAW, hingga malaikat saja yang tidak menghormat, sayapnya dipatahkan oleh Allah SWT.
Kisah ini dinukil dari KitabMukasyafatul Qulub, buah karya dari cucu Imam Al Ghazali yang bernama Hujjatul Islam Al Imam Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali.

Kamis, 18 April 2013

Kerasnya Suara Api Neraka Jahanam

Assalamu'alaikum wr. wb.

Siksa dan kepediahn api Neraka Jahanam begitu menggelegar dengan keras. Dalam kitab Bidayatu Hidayah disebutkan bahwa kerasnya suara neraka Jahanam dapat didengar hingga lima ratus tahun perjalanan.
Sungguh suatu suara yang sangat panjang untuk didengarkan. Para malaikat saja merinding, apalagi manusia dan makhluk lain.


Kisahnya

Dalam Kitab Bidayatul Hidayah disebutkan bahwa gema nyala api Neraka Jahanam begitu sangat mengerikan sehingga membuat merinding siapa saja yang mendengarnya, sekalipun dia adalah malaikat. Suara menggelegar dan mengerikan hingga dapat didengar 500 tahun perjalanan, merupakan sebuah angka yang sangat panjang buat manusia di dunia ini.

Malaikat-malaikat yang bertugas didalamnya pun sangat ketakutan, bulu kuduk merinding, meski para malaikat itu telah mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Tak pelak lagi, para penghuninya merintih, menjerit serta melolong seperti keledai yang meringkik dengan keras.

Para penghuni neraka Jahanam akan menangis smpai-sampai air matanya habis. Kalau air mata sudah habis, maka yang keluar adalah darah, bukan air mata lagi.
Rasulullah SAW bersabda,
"Wahai manusia sekalian, menangislah. Jika tidak dapat menangis, maka paksakan dirimu untuk menangis. Karena sesungguhnya ahli neraka itu akan terus menangis hingga air matanya mengalir seperti air yang mengalir di sungai. Sampai air mata itu habis dan matanya pun pecah-pecah. Seandainya ada perahu yang diletakkan di situ, niscaya berlayarlah ia."
(HR. Ibnu Majah).

Rasa Putus Asa Penghuni Neraka Jahanam

Kelak semua yang di neraka Jahanam sangat memohon agar dapat dikeluarkan dari siksa neraka. Mereka benar-benar sudah tidak tahan lagi. Rasa putus asa, bahkan frustasi sudah mencapai puncaknya.

Penghuni neraka berkata,
"Wahai malaikat, tolong keluarkan kami dari sini, kami berjanji akan beramal saleh jika kami dikembalikan lagi ke alam dunia."

Namun, harapan mereka kosong, jelas tak ada arti. Doanya pun sia-sia belaka. Keinginannya hanya sebatas lidah saja.
Para malaikat berkata,
"Sesungguhnya kalian akan tetap di neraka ini."

Para penduduk neraka merasa iri dengan apa yang Allah SWT berikan kepada para penduduk surga. Penghuni surga mendapatkan bonus besar berupa makanan, minuman dan fasilitas lainnya yang sangat mewah, nikmat dan lezat.

Para penghuni neraka merengek-rengek.
Mereka berkhayal, sekiranya di antara penduduk surga ada yang mau memberikan sedikit saja makanan dan minumannya, alangkah bahagianya mereka.

Sungguh Sangat Mengerikan

Sebenarnya di antara penduduk surga ada yang melihatnya dan merasa iba. Hampir-hampir saja mereka memberikan barang-barang miliknya. Namun, Allah SWT segera mengharamkan makanan dan minuman itu bagi penduduk neraka.

Penjelasan tersebut tertulis dalam Ayat Suci Al Qur'an, Surat Al A'raf ayat ke 44 dan 50.
Allah SWT berfirman,

وَنَادَى أَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابَ النَّارِ أَنْ قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا قَالُوا نَعَمْ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَنْ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

Atinya:
Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya Kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan Kami menjanjikannya kepada kami. Maka Apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,"
(QS. Al-A'raf: 44).

Allah SWT berfirman,

وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ

Artinya:
Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: "Limpahkanlah kepada Kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu". mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir."
(QS. Al-A'raf: 50).

Demikianlah keadaan proses penyiksaan manusia di Neraka Jahanam yang luar biasa mengerikan. Tak seorang pun yang bisa menolong kecuali atas izin Allah SWT.