Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Agustus 2012

Tanda-tanda Dan Gejala Gangguan Pengelihatan Pada Balita

Tanda-tanda Dan Gejala Gangguan Pengelihatan Pada Balita
Kenali Tanda Gangguan Pada Mata
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Tanda-tanda Dan Gejala Gangguan Pengelihatan Pada Balita - Gejala gangguan penglihatan pada seseorang dapat terjadi semenjak dirinya balita. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali tanda-tanda gangguan penglihatan pada mata balita Anda sebelum terlambat dan semakin parah.

Balita Anda tidak mungkin menjalani pemeriksaan kondisi mata dengan membaca grafik huruf, sehingga Anda perlu melakukan evaluasi mendasar pada kondisi mata anak Anda. Hal ini perlu Anda lakukan, terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga yang memiliki masalah mata.

Seperti dilansir whattoexpect, Senin (30/7/2012), waspadai tanda-tanda gangguan penglihatan yang mungkin terjadi pada balita Anda, sebagai berikut:

1. Mata tidak serempak dalam bergerak
2. Sakit kepala, tanda-tandanya mungkin seperti balita Anda sering memegang kepala, mengerutkan dahi, dan tidak menyukai cahaya terang atau suara keras
3. Pusing atau kehilangan keseimbangan
4. Mual, hilangnya nafsu makan, muntah dan sakit perut
5. Menyipitkan mata atau memiringkan kepalanya ke satu sisi ketika ia menatap sesuatu
6. Sering menggosok mata, atau sering menangis tanpa alasan yang jelas
7. Duduk terlalu dekat ke TV ketika menonton acara kesukaannya

Jika balita Anda memiliki salah satu dari gejala-gejala tersebut, mungkin balita mengalami beberapa masalah penglihatan berikut:

1. Kesalahan bias

Kesalahan bias terjadi jika anak Anda memiliki bentuk kornea yang tidak teratur dan mendistorsi apa yang dilihatnya. Kesalahan bias yang umum adalah rabun jauh, rabun dekat dan astigmatisma.

Rabun jauh adalah kondisi mata yang hanya dapat melihat benda-benda dalam jarak dekat dan tidak jelas ketika harus melihat benda yang jauh. Sebaliknya, rabun dekat hanya mampu melihat benda dengan jelas jika letaknya jauh dan kabur jika melihat benda dalam jarak dekat dengan mata.

Sedangkan astigmatisma merupakan ketidakmampuan kornea untuk fokus yang menyebabkan pandangan kabur. Cara membantu balita yang menderita kondisi ini adalah dengan menggunakan kacamata.

2. Strabismus atau mata silang

Strabismus adalah kondisi mata yang tidak sejajar atau dalam arah yang sama sehingga tidak dapat bergerak serempak. Ini biasanya disebabkan oleh otot-otot mata yang lemah di satu mata.

Semakin awal Anda mengetahui gejala strabismus, semakin kecil kemungkinan hal itu akan menyebabkan masalah mata lebih lanjut. Pengobatan biasanya beberapa anak memakai penutup mata pada mata yang lebih kuat selama beberapa jam sehari untuk melatih mata yang lemah untuk bekerja lebih baik.

Anda juga bisa meneteskan obat tetes mata ke mata balita Anda untuk mengaburkan mata yang kuat dan memaksa mata yang lemah untuk bekerja lebih keras. Dokter mungkin meresepkan kacamata khusus yang dirancang untuk membantu menyelaraskan mata dengan benar.

Dokter juga mungkin merekomendasikan latihan mata untuk memperkuat otot mata yang lemah. Jika perawatan ini tidak bekerja, salah satunya jalan adalah melakukan operasi.

3. Amblyopia atau mata malas

Amblyopia sering terjadi ketika seorang anak mengalami strabismus yang tidak diobati. Otak menyesuaikan dengan gambar yang ditangkap oleh mata strabismus, akibatnya otak tidak belajar untuk melihat dengan baik dengan mata lemah.

Pengobatan untuk amblyopia mirip dengan terapi strabismus. Pilihan meliputi tetes mata, penutup mata, kacamata khusus, atau operasi. - Tanda-tanda Dan Gejala Gangguan Pengelihatan Pada Balita.

Senin, 30 Juli 2012

5 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Jantung

5 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Rutin Cek Tekanan Darah
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Jantung - Saat terganggu atau bermasalah maka kepala atau sendi akan langsung menunjukkan gejala nyeri untuk memberitahukan kondisi itu kepada Anda. Namun hal ini berbeda dengan jantung karena Anda takkan tahu apakah jantung Anda bermasalah atau tidak hingga Anda benar-benar sudah 'jatuh' karenanya.

Padahal 1 dari 3 kematian di AS tiap tahunnya diakibatkan oleh penyakit kardiovaskular. Bahkan pada pria, penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu. Lebih dari itu, menurut American Heart Association, 38 persen orang dewasa sedikitnya masuk dalam tiga dari tujuh kriteria kesehatan jantung yang buruk.

Untuk itu, agar Anda bisa terhindar dari masalah jantung, lakukan 5 trik mudah seperti dilansir dari MSNBC, Senin (30/7/2012) berikut ini.

1. Cek Risiko Anda
"Pengecekan faktor-faktor risiko kardiovaskular, termasuk tes kolesterol dan tekanan darah seharusnya dimulai sejak awal usia 20-an," kata John Elefteriades, M.D., ahli bedah dan direktur Aortic Institute di Yale.

Hasilnya akan membantu menentukan apa yang harus Anda lakukan selanjutnya. Jika tekanan darah Anda tinggi, kadar kolesterol Anda tinggi lalu keluarga Anda memiliki riwayat penyakit jantung maka pengecekan risiko semacam ini harusnya menjadi prioritas utama Anda.

Banyak dokter yang merekomendasikan tes jantung yang ditemukan pasca Framingham Heart Study. Tes ini mengkombinasikan faktor-faktor seperti usia dan tekanan darah untuk menentukan risiko penyakit jantung dengan nilai persentase yang sebenarnya.

Tes ini memiliki 2 versi, yang satu berdasarkan pada algoritma kompleks, sedangkan satunya berdasarkan poin. Namun menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Medicine, tes yang menggunakan algoritma hasilnya terbukti lebih akurat.

2. Kendalikan Kadar LDL Anda
Meskipun seringkali dibilang 'antagonis', namun sebenarnya tak semua LDL itu benar-benar jahat, kata Ronald Krauss, M.D., ilmuwan senior dan direktur riset aterosklerosis di Children's Hospital Oakland Research Institute. Menurut cara baru untuk mempelajari kolesterol, LDL setidaknya bisa diuraikan dalam 4 sub-kategori, ada yang sangat jahat namun ada juga yang sangat lunak.

Sementara banyak peneliti yang berusaha mencari metode terbaik untuk mengatasi akibat terburuk dari LDL, Anda bisa memakai metode yang lebih tradisional. Salah satunya adalah sarapan oatmeal yang mengandung beta glucan, serat larut yang dapat membantu mengurangi jumlah kolesterol yang diserap di dalam usus.

3. Pertimbangkan untuk Menjalani Sejumlah Tes
Jika dokter Anda perlu mengetahui sejumlah informasi tambahan tentang risiko jantung Anda, mungkin dia memiliki sejumlah pilihan metode lain untuk Anda. Salah satu tes yang direkomendasikan adalah tes C-reactive protein (CRP).

"CRP merupakan sebuah indikator peradangan atau iritasi internal dari pembuluh darah. Beruntung hal ini dapat diatasi dengan olahraga dengan intensitas tinggi," terang Elefteriades. Anda juga bisa menjalani CT scan sehingga dokter bisa melihat secara langsung apakah Anda memiliki masalah arteri atau tidak.

4. Awasi Tekanan Darah Anda
Mengurangi asupan garam takkan semata mampu mengurangi risiko penyakit jantung Anda. Orang-orang yang menurunkan asupan garamnya cenderung memiliki risiko serangan jantung atau stroke yang sama dengan orang-orang yang tidak membatasi asupan garamnya. Hal ini diungkap dari ulasan terbaru terhadap 7 studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Hypertension.

Mengurangi berat badan adalah solusi yang lebih baik karena upaya ini dapat menurunkan tekanan darah Anda 10-29 poin, bahkan aerobik rutin dapat menurunkan 10 poin lagi.

5. Lihat Kadar Kolesterol Total Anda
Sejumlah tes bisa memberi detail tentang kondisi kolesterol Anda, jika memang diperlukan. Salah satunya adalah tes non-HDL. "Saya merekomendasikan agar semua orang menjalani tes ini. Penentuannya hanya dengan mengurangi jumlah HDL dari kadar kolesterol total. Namun tes ini bersifat standar sehingga tak memerlukan perlakuan khusus." - 5 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Jantung.

Rabu, 27 Juni 2012

3 Faktor Yang Bisa Menyebabkan Kanker

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 3 Faktor Yang Bisa Menyebabkan Kanker Rokok
Bahaya Merokok
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 3 Faktor Yang Bisa Menyebabkan Kanker - Setiap orang yang tidak menjalani hidup sehat punya potensi untuk diserang kanker. Tapi potensi lebih besar bisa mengincar orang-orang yang tinggal atau hidup di lingkungan tertentu.

Setiap orang-orang dengan faktor risiko tersebut berpotensi untuk terkena kanker. Tapi Dr Ronald menjelaskan ada orang-orang yang memiliki potensi lebih besar terkena kanker, yaitu:

1. Orang gemuk
Berdasarkan studi diketahui bahwa perempuan menopause yang bertubuh gemuk (obesitas) memiliki risiko 35 persen lebih tinggi terkena kanker payudara 'triple-negative' dibanding perempuan yang tidak obesitas. Kanker payudara 'triple-negative' ini tergolong jenis kanker payudara yang agresif.

Perempuan gemuk juga memiliki peningkatan risiko sebesar 39 persen terkena kanker payudara reseptor estrogen positif, yaitu suatu jenis kanker yang akan diberi makan oleh hormon estrogen.

Penyebab kegemukan sendiri seperti makanan berlemak, gorengan, kurang serat, serta kurang olahraga, juga merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker. Jadi tidak berlebihan bila orang yang bertubuh gemuk perlu lebih waspada terhadap ancaman bahaya kanker.

2. Perokok
Rokok merupakan penyebab utama dari berbagai kanker, terutama kanker paru. Kanker paru sendiri menempati urutan ketiga kanker terbanyak yang diderita orang Indonesia, khususnya oleh kaum lelaki yang perokok.

Umumnya tidak ada satu pun organ di dalam tubuh yang tidak terpengaruh oleh asap rokok, karenanya hampir semua bagian tubuh bisa rusak oleh rokok. Hal ini karena di dalam satu batang rokok mengandung 4.000 senyawa kimia yang 40 diantaranya termasuk racun (toksik) atau karsinogenik (bisa menyebabkan kanker).

3. Pekerjaan tertentu
"Kanker juga berisiko untuk orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan bahan kimia atau bahan tertentu, seperti asbes (kanker paru), pekerja tambang (kanker paru), pekerja bengkel (kanker paru), pekerja di perkebunan yang sering terpapar insektisida hama, pekerjaan lain yang terpapar radiasi berlebihan. Ini semua bisa meningkatkan risiko kanker," jelas Dr Ronald. - 3 Faktor Yang Bisa Menyebabkan Kanker.