Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2012

5 Tips Agar Cepat Sembuh Dari Sakit

5 Tips Agar Cepat Sembuh Dari Sakit
Sembuh Dari Sakit
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Tips Agar Cepat Sembuh Dari Sakit - Sakit bukanlah hal yang menyenangkan. Selain membuat badan tak berdaya, sakit terlalu lama juga dapat mengurangi produktivitas Anda. Agar tak berlama-lama terbaring lemas, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar cepat pulih dari sakit.

Sembuh cepat dari penyakit sangat penting agar tenaga Anda tidak terkuras dan bisa kembali melakukan aktivitas. Infeksi virus seperti demam berdarah, tifus atau cacar air biasanya memerlukan masa pemulihan yang lebih lama.

Cara-cara berikut dapat Anda lakukan agar cepat pulih dari sakit, seperti dilansir boldsky, Sabtu (4/8/2012):

1. Cukup istirahat

Anda tak perlu menjadi superhero ketika sakit. Cobalah untuk beristirahat sebanyak mungkin. Tubuh akan mendapatkan kekuatan hanya ketika Anda mendapat istirahat yang tepat. Jadi, sebaiknya jangan terlalu banyak melakukan aktivitas yang tidak penting sampai Anda cukup kuat.

2. Makan makanan yang memberikan energi

Beberapa makanan seperti sup ayam, telur, susu dan lainnya dapat meningkatkan kekuatan. Ada juga suplemen gizi buatan seperti bubuk protein dan biskuit serat yang membantu Anda memperoleh kembali kekuatan.

3. Perbaiki sistem pencernaan

Anda mungkin memiliki masalah pencernaan parah selama masa pemulihan. Pertama, makanlah makanan yang mudah dicerna, jangan makan makanan pedas, asam atau berlemak, serta makanlah dengan interval waktu yang pendek.

Beberapa obat-obatan kuat dapat membunuh bakteri alami perut yang membuat sistem pencernaan melemah. Untuk itu, yogurt atau dadih bisa membantu menumbuhkan kembali bakteri baik usus.

4. Jangan biarkan lesu menguasai tubuh

Seringkali ketika hanya tergeletak di rumah selama berhari-hari, itu akan membuat Anda merasa malas. Kondisi ini bukan karena lelah, tapi lesu dan Anda harus berjuang jika ingin kembali pulih.

Istirahat sebanyak yang diperlukan, tetapi tetap melakukan hal-hal dasar seperti mandi, berjalan di sekitar rumah atau ganti pakaian Anda sendiri.

5. Konsumsi suplemen

Tubuh biasanya akan kekurangan vitamin setelah menderita penyakit berat, karena makan tidak benar sehingga menguras cadangan vitamin dan mineral dari tubuh.

Misalnya, malaria memakan hemoglobin sehingga Anda memerlukan tablet zat besi. Untuk bisa kembali kuat, tubuh membutuhkan beberapa tambahan vitamin untuk meningkatkan kesehatan secara umum. - 5 Tips Agar Cepat Sembuh Dari Sakit.

Rabu, 01 Agustus 2012

Tips Agar Diet Terasa Menyenangkan

Tips Agar Diet Terasa Menyenangkan
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Tips Agar Diet Terasa Menyenangkan - Memang tidak mudah menjaga pola makan yang sehat, banyak yang gagal dalam diet gara-gara bosan atau lupa. Meskipun demikian, ada banyak cara mudah yang bisa dilakukan untuk menghindari lupa dan bosan saat sedang menjaga pola makan.

Lupa kalau sedang diet bisa disebabkan oleh melambatnya aliran darah ke otak, sehingga bagian pusat memori kehilangan fungsinya untuk mengingat-ingat. Demikian juga rasa bosan, sering muncul tiba-tiba karena bagian pengatur rasa senang di otak tidak bekerja.

Agar diet terasa menyenangkan dan tidak mudah terlupakan karena bosan, ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan seperti diutip dari MensHealth.com, Kamis (2/8/2012) berikut ini.

1. Tak Perlu hindari makanan favorit
Semisal lebih suka nasi putih daripada nasi merah, maka tidak perlu ragu untuk mengonsumsi nasi putih meski nasi merah dikatakan jauh lebih sehat. Alan Aragon, MS, ahli nutrisi dari Menshealth mengatakan asalkan masih 80-90 persen sesuai dengan kebutuhan serat utuh atau dengan pengolahan minimal, maka sumber karbohidratnya tidak perlu diganti.

Penjelasan rasional dari saran tersebut adalah masalah rasa. Ketika seseorang merasa nyaman dan enak dengan makanannya, maka orang tersebut akan lebih teratur mengonsumsinya dan jika konsisten maka keberhasilannya dalam jangka panjang akan lebih besar.

2. Gunakan kedua tangan bergantian
Meski bukan orang kidal, tidak ada salahnya sesekali memegang sendok dengan tangan kiri dan garpu dengan tangan kanan. Para peneliti dari University of Southern California mengatakan bahwa makan dengan tangan yang kurang dominan bisa membuat seseorang lebih perhatian dengan apa yang dia makan sehingga terhindar dari makan berlebihan.

"Apapun yang bisa Anda lakukan pada kebiasaan fisik saat makan, pasti akan membantu," kata David Neal, PhD, direktur Empirica Research terkait saran tersebut.

3. Seimbangkan kalori yang masuk dan yang keluar dengan olahraga rutin
Cukup seimbangkan pembakaran energi dengan asupan kalori yang dikonsumsi, sekedar untuk menghindari perasaan sia-sia karena sudah susah-susah mengatur pola makan.

Diet yang baik tidak akan ada manfaatnya kalau tidak dikombinasikan dengan aktivitas fisik yang seimbang. Aragon mengatakan bahwa olahraga sama pentingnya dengan pengaturan makan yang baik, lalu menyarankan untuk berolahraga minimal 3 kali seminggu masing-masing selama 30-60 menit. - Tips Agar Diet Terasa Menyenangkan.

Senin, 30 Juli 2012

5 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Jantung

5 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Rutin Cek Tekanan Darah
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Jantung - Saat terganggu atau bermasalah maka kepala atau sendi akan langsung menunjukkan gejala nyeri untuk memberitahukan kondisi itu kepada Anda. Namun hal ini berbeda dengan jantung karena Anda takkan tahu apakah jantung Anda bermasalah atau tidak hingga Anda benar-benar sudah 'jatuh' karenanya.

Padahal 1 dari 3 kematian di AS tiap tahunnya diakibatkan oleh penyakit kardiovaskular. Bahkan pada pria, penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu. Lebih dari itu, menurut American Heart Association, 38 persen orang dewasa sedikitnya masuk dalam tiga dari tujuh kriteria kesehatan jantung yang buruk.

Untuk itu, agar Anda bisa terhindar dari masalah jantung, lakukan 5 trik mudah seperti dilansir dari MSNBC, Senin (30/7/2012) berikut ini.

1. Cek Risiko Anda
"Pengecekan faktor-faktor risiko kardiovaskular, termasuk tes kolesterol dan tekanan darah seharusnya dimulai sejak awal usia 20-an," kata John Elefteriades, M.D., ahli bedah dan direktur Aortic Institute di Yale.

Hasilnya akan membantu menentukan apa yang harus Anda lakukan selanjutnya. Jika tekanan darah Anda tinggi, kadar kolesterol Anda tinggi lalu keluarga Anda memiliki riwayat penyakit jantung maka pengecekan risiko semacam ini harusnya menjadi prioritas utama Anda.

Banyak dokter yang merekomendasikan tes jantung yang ditemukan pasca Framingham Heart Study. Tes ini mengkombinasikan faktor-faktor seperti usia dan tekanan darah untuk menentukan risiko penyakit jantung dengan nilai persentase yang sebenarnya.

Tes ini memiliki 2 versi, yang satu berdasarkan pada algoritma kompleks, sedangkan satunya berdasarkan poin. Namun menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Medicine, tes yang menggunakan algoritma hasilnya terbukti lebih akurat.

2. Kendalikan Kadar LDL Anda
Meskipun seringkali dibilang 'antagonis', namun sebenarnya tak semua LDL itu benar-benar jahat, kata Ronald Krauss, M.D., ilmuwan senior dan direktur riset aterosklerosis di Children's Hospital Oakland Research Institute. Menurut cara baru untuk mempelajari kolesterol, LDL setidaknya bisa diuraikan dalam 4 sub-kategori, ada yang sangat jahat namun ada juga yang sangat lunak.

Sementara banyak peneliti yang berusaha mencari metode terbaik untuk mengatasi akibat terburuk dari LDL, Anda bisa memakai metode yang lebih tradisional. Salah satunya adalah sarapan oatmeal yang mengandung beta glucan, serat larut yang dapat membantu mengurangi jumlah kolesterol yang diserap di dalam usus.

3. Pertimbangkan untuk Menjalani Sejumlah Tes
Jika dokter Anda perlu mengetahui sejumlah informasi tambahan tentang risiko jantung Anda, mungkin dia memiliki sejumlah pilihan metode lain untuk Anda. Salah satu tes yang direkomendasikan adalah tes C-reactive protein (CRP).

"CRP merupakan sebuah indikator peradangan atau iritasi internal dari pembuluh darah. Beruntung hal ini dapat diatasi dengan olahraga dengan intensitas tinggi," terang Elefteriades. Anda juga bisa menjalani CT scan sehingga dokter bisa melihat secara langsung apakah Anda memiliki masalah arteri atau tidak.

4. Awasi Tekanan Darah Anda
Mengurangi asupan garam takkan semata mampu mengurangi risiko penyakit jantung Anda. Orang-orang yang menurunkan asupan garamnya cenderung memiliki risiko serangan jantung atau stroke yang sama dengan orang-orang yang tidak membatasi asupan garamnya. Hal ini diungkap dari ulasan terbaru terhadap 7 studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Hypertension.

Mengurangi berat badan adalah solusi yang lebih baik karena upaya ini dapat menurunkan tekanan darah Anda 10-29 poin, bahkan aerobik rutin dapat menurunkan 10 poin lagi.

5. Lihat Kadar Kolesterol Total Anda
Sejumlah tes bisa memberi detail tentang kondisi kolesterol Anda, jika memang diperlukan. Salah satunya adalah tes non-HDL. "Saya merekomendasikan agar semua orang menjalani tes ini. Penentuannya hanya dengan mengurangi jumlah HDL dari kadar kolesterol total. Namun tes ini bersifat standar sehingga tak memerlukan perlakuan khusus." - 5 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Jantung.

Minggu, 24 Juni 2012

Hubungan Melahirkan Di Usia Remaja Dengan Terjadinya Osteoporosis

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Hubungan Melahirkan Di Usia Remaja Dengan Terjadinya Osteoporosis
Melahirkan Di Usia Muda
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Hubungan Melahirkan Di Usia Remaja Dengan Terjadinya Osteoporosis - Wanita yang pertama kali melahirkan saat remaja lebih berisiko mengalami osteoporosis daripada wanita yang pertama kali melahirkan pada usia yang lebih tua. Sekitar 40% massa tulang wanita dewasa dibentuk selama remaja. Kepadatan tulang mengalami penurunan selama kehamilan karena kalsium banyak diserap oleh janin.

Menggunakan data dari survei kesehatan nasional di Korea pada tahun 2008, peneliti menganalisis risiko osteoporosis pada 719 orang wanita Korea. Sebanyak 93 orang peserta telah memiliki bayi pertama pada usia 18 tahun. Para ibu dalam penelitan rata-rata melahirkan bayi untuk pertama kali saat berusia 24 tahun.

Penelitian yang dimuat jurnal Menopause ini menemukan bahwa laju osteoporosis pada ibu yang melahirkan pertama kali saat remaja sebesar 62,4% dan pada ibu yang melahirkan pertama kali setelah melewati masa remaja adalah sebesar 35,8%. Tingkat risiko patah tulang pada kedua kelompok masing-masing sebesar 5,4% dan 2,2%.

Sebagian besar subjek yang melahirkan saat remaja lahir sebelum tahun 1950 dan memasuki usia remaja saat meletusnya Perang Dunia II dan Perang Korea, saat di mana makanan yang bergizi sangat sulit didapatkan di Korea.

"Wanita yang pertama kali hamil saat remaja menghadapi kemungkinan peningkatan risiko osteoporosis setelah menopause dan rentan mengalami patah tulang," kata peneliti seperti dilansir Wall Street Journal, JUmat (8/6/2012).

Menggunakan dual energi x-ray absorptiometry (DXA), peneliti menemukan bahwa pada wanita menopause yang pernah hamil saat remaja, kepadatan tulangnya secara keseluruhan lebih rendah pada tulang pinggul, leher dan tulang belakang dibandingkan pada wanita menopause yang tidak pernah hamil saat remaja.

Wanita yang hamil saat remaja memiliki risiko 1,84 kali lipat terkena osteoporosis setelah menopause dibandingkan dengan yang tidak pernah hamil di usia remaja.

Kesimpulan ini tetap ada bahkan setelah dilakukan penyesuaian untuk faktor usia, usia saat mensruasi pertama, usia saat menopause, indeks massa tubuh, tingkat pendidikan, kebiasaan olahraga, pendapatan rumah tangga, asupan alkohol, asupan kalsium, asupan energi, status perkawinan, riwayat merokok, penggunaan terapi hormon dan dan kadar vitamin D.

Tim peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki riwayat kehamilan saat remaja, wanita yang telah menopause dan pernah hamil saat remaja lebih tinggi risikonya terkena osteoporosis. - Hubungan Melahirkan Di Usia Remaja Dengan Terjadinya Osteoporosis.