Tampilkan postingan dengan label Tips Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Sehat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2017

Bayi Sulit Makan Akibat Gangguan Fungsi Oromotor?

Bayi Sulit Makan Akibat Gangguan Fungsi Oromotor?
Bayi Sulit Makan Akibat Gangguan Fungsi Oromotor

Coba perhatikan, Ma, apakah tanda-tanda di bawah ini tampak pada bayi Anda?
  • Kesulitan mengisap, dan saat mengisap cairan malah keluar dari sudut mulut.
  • Proses menelan terlambat, susah menelan, dan cepat lelah.
  • Sesak dan sering tersedak sebelum, selama, ataupun setelah makan.
  • Sulit beralih ke tekstur makanan sesuai tingkat perkembangannya. Misal, hanya bisa konsumsi makanan yang dihaluskan, meski usianya sudah 1 tahun.
  • Masih ‘mengences’ terus-menerus pada usia di atas 2 tahun.


Bila tampak gejala di atas pada anak, segera bawa ia berkonsultasi kepada dokter. Kemungkinan besar anak mengalami gangguan oromotor. Gangguan fungsi oromotor tak hanya membuat anak kesulitan makan, tetapi juga bisa memengaruhi kemampuan bicaranya. Jika kesulitan makan berlangsung lama, anak bisa berisiko mengalami kekurangan nutrisi, lho.

Sumber: Dr. Luh Karunia Wahyuni, Sp.KFR(K), dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dalam acara Promina Meet The Expert. 

Minggu, 20 November 2016

Resiko Berbahaya Tidur Menggunakan Bantal Untuk Bayi

ternyata-tidur-menggunakan-bantal-berbahaya-untuk-bayiBerbahaya Tidur Menggunakan Bantal  Untuk Bayi - Sebagian masyarakat meyakini bahwa menggunakan bantal berbentuk huruf U untuk bayi dapat membantu kepala bayi terbentuk bundar sempurna. Hati-hati karena anggapan ini keliru. Hingga saat ini belum ada bukti tentang manfaat bantal bagi bayi. Sebaliknya, para pakar justru menganjurkan orang tua tidak menggunakan bantal apa pun untuk bayi hingga berusia dua tahun.

Bentuk kepala bayi baru lahir belum sempurna karena pengaruh proses kelahiran atau alat bantu persalinan (seperti forsep). Kepalanya membutuhkan waktu untuk bisa berubah ke bentuk yang ideal.

Meski proses kelahiran dapat berdampak kepada bentuk kepala bayi, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pada sebagian besar kasus, bentuk kepala bayi dapat menjadi bundar sempurna seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, tidak perlu menyiasatinya dengan bantal yang justru membahayakan bayi.

Inilah alasan kenapa bantal bentuk huruf U atau bantal apa pun tidak baik untuk bayi:

  • Bantal berpotensi mengundang bahaya sesak napas atau tersedak.
  • Jika bantal robek, isi bantal bisa keluar. Jika sedikit saja isian bantal keluar, lalu masuk ke mulut atau hidung bayi, menjadikan dirinya berisiko mengalami tersedak.
  • Jika bayi diletakkan di tengah bantal berbentuk U, bayi akan kesulitan untuk membalik atau memutar kepalanya ke salah satu sisi ketika dia gumoh atau muntah. Kondisi ini berisiko membuat bayi tersedak oleh muntahannya sendiri.
  • Bantal juga dikaitkan dengan sindrom kematian mendadak pada bayi. Disebut pula dengan SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome.

Bantal dan Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi

SIDS merupakan kematian tidak terjelaskan yang biasanya terjadi ketika bayi sedang tidur. Meski bayi terlihat sehat, dia bisa mengalami SIDS. Fenomena ini terutama terjadi pada bayi berusia kurang dari setahun. SIDS juga dikenal sebagai kematian boks bayi karena bayi sering kali meninggal dalam boks mereka.

Walaupun penyebabnya belum diketahui secara pasti, SIDS dikaitkan dengan abnormalitas pada porsi otak bayi yang mengontrol pernapasan dan terbangun dari tidur. Teori lainnya mengungkapkan bahwa bayi dapat memiliki risiko SIDS yang lebih tinggi bila tidur dengan posisi tengkurap, khususnya bila bayi tidur di kasur yang lembut atau dengan seprai, bersama boneka mainan, atau bahkan dengan bantal di dekat wajahnya.

Sebuah teori menyatakan bahwa permukaan bantal yang lembut atau benda di sekitarnya memungkinkan terciptanya sekat kecil di sekitar mulut bayi dan menjebak hembusan napas. Sebagai akibatnya, bayi menghirup kembali hembusan napasnya. Kadar oksigen di dalam tubuhnya kemudian akan menurun dan karbon dioksida akan terakumulasi. Akhirnya, kekurangan oksigen dapat berkontribusi terhadap SIDS.

Tips Menggunakan Bantal

Berikut adalah beberapa hal yang orang tua perlu perhatikan terkait penggunaan bantal untuk bayi.
  • Jauhkan semua bantal dari keranjang bayi pada malam hari atau ketika bayi sedang tidak diawasi.
  • Bantal boleh digunakan untuk bayi tidur siang dengan catatan bahwa Anda turut mengawasi. Bila Anda tidak mengawasinya, lebih baik jauhkan bantal.
  • Jika bayi tertidur dengan bantalnya, perlahan-lahan ambil bantal dengan lembut dan letakkan bayi di keranjangnya.
  • Pilih bantal dengan isian yang bersifat hipoalergenik atau rendah risiko alergi.
  • Pilih bantal yang kecil dan kukuh dengan sarung yang halus.
  • Jangan menggunakan bantal yang dihias dengan kancing, manik-manik, rumbai, atau dekorasi jahitan lainnya.
  • Dianjurkan untuk tidak menggunakan bantal yang terbuat dari bahan poliester karena kain poliester dapat menyebabkan iritasi. Utamakan yang berbahan kain katun.
  • Periksa secara rutin apakah kain bantal robek. Bila robek, singkirkan bantal tersebut.
  • Bersihkan bantal secara rutin. Bantal dapat menjadi sarang kuman, debu, keringat, sisa susu yang mengering, atau minyak bayi. Cuci bantal sesuai dengan petunjuk perawatan dan pastikan benar-benar kering sebelum digunakan.
  • Jangan gunakan bantal jika Anda meletakkan bayi di dalam ayunan.
  • Jika bayi Anda memiliki ruam pada kulitnya dan terus berkembang, periksakan dirinya ke dokter.
  • Jangan memberi makan bayi Anda saat dia sedang berbaring di atas bantal. Suapi bayi dengan posisi seperti sedang menyusui.

Sebenarnya bayi berusia di bawah dua tahun tidak membutuhkan bantal untuk membuatnya nyaman atau membantu kepalanya menjadi bundar sempurna. Anda tidak perlu memaksakan menggunakan bantal untuk bayi. Di samping itu, jika bayi Anda tidur bersama Anda, jangan lupa untuk menjauhkan semua bantal atau guling. 

Minggu, 13 September 2015

Cara Memilih Baju yang Tepat dan Nyaman Buat Ibu Hamil

Tips dan Cara Memilih Baju Yang Nyaman Bagi Ibu Hamil. Ketika hamil, tubuh tentu akan mengalami pertumbuhan yang tak biasa dan bisa dimungkinkan sementara waktu Anda tidak dapat memakai baju yang sering Anda pakai sehari-hari, seperti misalnya pakaian jenis jeans dan korset. Tentu Anda membutuhkan banyak baju yang nyaman dipakai, yaitu pakaian yang tidak membuat Anda sesak nafas dan tentunya sangat nyaman dipakai. 


Peredaran darah yang lancar sangat penting dan wajib untuk diperhatikan bagi ibu hamil. Nah, untuk menghindari pemakaian pakaian yang didak nyaman dan dan tentunya lebih aman bagi kesehatan Anda dan calon buah hati di dalam kandungan, tips berikut ini perlu Anda lakukan saat memilih baju yang aman dan nyaman saat hamil:

Tips Memilih Baju Yang Nyaman Dan Aman Saat Hamil


1. Bahan baju

Ini penting untuk dilakukan, hal ini berguna untuk memastikan bahwa Anda tak merasa kepanasan saat memakai baju. Bahan pakaian yang pas dipakai bagi ibu hamil yaitu berbahan katun dan kaos, ini seringkali disarankan untuk ibu hamil. 

2. Pilih ukuran yang tepat

Ukuran baju untuk setiap ibu hamil itu bisa bermacam-macam, tergantung dari ukuran baju harian Anda dan kondisi kehamilan Anda. Lebih disarankan untuk mencobanya terlebih dahulu sebelum membeli baju, dan pilih yang nyaman dipakai menurut Anda.

3. Longgar

Memilih baju longgar tentu sudah banyak diketahui oleh semua ibu hamil saat akan memakai baju. Jika sedang berada di rumah, memakai daster bisa dijadikan pilihan yang baik. Pemakaian daster sangat memudahkan saat aktivitas di rumah, kain daster yang tidak ketat dan tipis juga sangat baik mengurangi suhu panas dalam tubuh. 

4. Pilih yang bisa melar

Tips ke-empat yang bisa Anda lakukan adalah pilihlah kain yang tidak terlalu nge-pas di tubuh. Pilih baju yang bisa melar, ini bertujuan untuk mengatasi saat tubuh Anda makin besar saat masa kehamilan berlangsung. 

Itulah beberapa tips memilih baju yang aman dan nyaman saat hamil, semoga tips ini bermanfaat ya Bunda.. Masih banyak lagi tulisan menarik dan bermanfaat di blog ini. Jadi, yuk terus baca untuk menambah wawasan bunda.. :) :)

Minggu, 05 Juli 2015

5 Pantangan Ibu Hamil Yang Harus Dihindari

Nutrisi Anak Cerdas dan Sehat - Pantangan Ibu Hamil - Hai bunda, Apakah bunda seorang yang hobi dengan makan-makan? Jika Bunda gemar berpetualang cita rasa makanan, sebaiknya perlu diperhatikan beberapa jenis makanan yang menjadi pantangan ibu saat hamil seperti berikut ini.

Pantanga Ibu Hamil

Jenis Makanan yang Menjadi Pantangan Bagi Ibu Hamil 


1. Makanan mentah atau setengah matang

Perlu diketahui bahwa bahan pangan yang masih mentah atau setengah matang mungkin saja tercemar kuman penyakit, sehingga dapat menimbulkan infeksi. Misalnya saja, seperti bakteri Listeria (bakteri ini dapat mengakibatkan keguguran), bakteri Salmonella (bakteri jenis ini juga dapat memicu keguguran), parasit Toksoplasma (parasit ini menyebabkan janin berkondisi abnormal), serta bakteri E. coli (bakteri e coli dapat merusak usus dan ginjal).

Lalu, apa saja yang boleh dimakan? yang boleh dikonsumsi seperti daging sapi (termasuk daging olahanya seperti sosis dan burger). Sebaiknya hindari bahan makanan apapun yang tidak diproses hingga matang, seperti daging setengah matang, telur mentah, kerang mentah, sushi mentah, sashimi, dan lain-lain. Dan juga sebaiknya hindari makanan olahan dari telur mentah, seperti dressing sebagai salad serta mayonnaise segar.
2. Jenis olahan Seafood

Beberapa jenis Seafood memang banyak terkandung protein, zat besi, serta asam lemak omega-3 yang baik untuk membantu meningkatkan pertumbuhan otak si bayi. Justru, sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris, meyebutkan bahwa kekurangan mengkonsumsi makanan laut selama masa kehamilan dapat mengakibatkan lemahnya kemampuan verbal, gangguan perilaku anak, dan juga masalah terhambatnya tumbuh kembang lain pada anak. 

Namun demikian, Anda harus tetap mesti berhati-hati saat makan seafood. Sebab ada beberapa jenis makanan laut yang berbahaya bagi ibu hamil, seperti mengandung logam merkuri yang berkadar tinggi, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sistem saraf  si janin. Lalu, Apa yang boleh dikonsumsi saat hamil? Yang boleh dikonsumsi adalah ikan salmon, udang, teri, dan ikan kakap. Ini juga ada batasanya, maksimal adalah 340 g per minggu. 

Makanan Seafood yang harus di hindari saat hamil adalah Ikan hiu, seafood yang diasapkan,  sushi mentah, serta jenis ikan apapun yang berasal dari air laut yang sudah tercemar.

3. Kafein dan teh herbal

Kafein dan teh herbal bisa saja berdampak buruk bagi ibu hamil jika dikonsumsi secara berlebih. Misalnya, kafein bisa ’menembus’ plasenta, sehingga dapat memengaruhi kinerja detak jantung serta sistem pernapasan pada janin. Bahkan, dari beberapa study menyebutkan bahwa minum kopi yang berlebihan dapat berpengaruh erat dengan rendahnya berat badan bayi ketika lahir dan juga dapat meningkatkan risiko keguguran dan janin meninggal saat lahir.

Bukan berarti kafein dan teh herbal itu tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Sebenarnya boleh saja mengonsumsi, Anda boleh mengonsumsi kafein asalkan tidak lebih dari 300 mg per hari, atau dikira-kira sebanyak 2-3 cangkir kopi dalam sehari.

4. Keju dan produk susu lainnya

Susu mentah yang belum diolah dengan cara dipanaskan hingga suhu 60°C selama 30 menit  bisa mengandung sejumlah kuman, yaitu Salmonella, Listeria, E. coli, dan bakteri lain.

Anda boleh mengonsumsi susu, serta keju kera dan yogurt saat hamil, asal produk susu  telah melalui proses pasteurisasi. Yang perlu Anda hindari adalah mengonsumsi susu mentah, dan juga keju lunak seperti keju Brie, Feta, Camembert, Blue Cheese, dan Roquefort .

5. Pemanis buatan

Pemanis buatan juga mesti dihindari, meski efek samping dari bahan pemanis tambahan terhadap tumbuh kembang janin masih belum diketahui secara pasti. Namun sejumlah pakar nutrisi melarang wanita hamil untuk mengonsumsi pemanis buatan.

Sabtu, 04 Juli 2015

Inilah Cara Paling Tepat Agar Balita Berhenti " Ngompol"

Nutrisi Anak Sehat | Tips Supaya Anak Tidak Ngompol - Gimana cara biar anak tidak ngompol?Menginjak usia balita anda semakin bertambah, dan tidak memungkinkan lagi untuk selalu menggunakan pempers setiap hari untuk jaga-jaga saat "Ngompol" di celana, ada baiknya anda sigap dalam mendidik anak agar tidak lagi ngompol dicelana. Pengetahuan lebih lanjut ini perlu diajarkan kepada anak anda agar tidak menjadi kebiasaan dikemudian hari.

Cara Agar Anak Berhenti Mengompol
Baby Funny (Foto: Google)
Memang dalam mengajarkan pentingnya anak-anak supaya tidak ngompol lagi itu memerlukan kesabaran, tidak serta merta anak-anak bisa langsung bisa mengikuti kemauan kita. Berikanlah pengertian kepada mereka perlahan-lahan sampai mereka sadar dan bisa melakukanya sendiri. Nah, disini kami memiliki Tips Agar Balita Anda Berhenti Mengompol yang bisa anda lakukan. Simak tipsnya berikut ini :

Tips Supaya Anak-Anak Tidak Ngompol Lagi

  • Sebaiknya jangan membangunkan anak di malam hari untuk pergi ke toilet, berikan kesempatan kepada balita Anda untuk belajar mengontrol buang air kecil atas kemauanya sendiri.
  • Usahakan diminimalkan kebiasaan minum menjelangg tidur, langkah ini dapat mengurangi frekuensi anak untuk buang air kecil dimalam hari.
  • Suruhlah balita anda untuk pergi ke toilet untuk buang air kecil sebelum tidur, walaupun dia tak selalu buang air kecil setiap diajak ke toilet. Jika diberi pengertian seperti ini lama kelamaan balita anda akan kebiasaan untuk pipis sebelum tidur agar tak lagi ngompol.
  • Jika anak sesekali ngompol sebaiknya jangan marah. Menghilangkan kebiasaan mengompol pada anak memerlukan waktu, teruslah berikan pengertian kepada mereka untuk jangan ngompol lagi.

Itulah Tips dan Cara Menghilangkan Kebiasaan Ngompol pada Anak yang bisa anda lakukan. Semoga ini dapat membantu masalah Anda dalam menghadapi balita yang masih suka ngompol dicelana. 

Senin, 12 Januari 2015

Ini Posisi Duduk yang Benar Buat Ibu Hamil, Terapin Ya Bunda..!

Tips Kesehatan Ibu dan Bayi - Jika Anda sedang Hamil, jangan anggap remeh dengan posisi duduk Anda. Posisi duduk sangat berpengaruh bagi kesehatan ibu dan tumbuh kembang buah hati.

Posisi duduk yang paling tepat bagi ibu hamil adalah dengan duduk dalam keadaan punggung tegak, Anda bisa melakukanya dengan mengganjal punggung Anda menggunakan bantal agar lebih nyaman dan rileks. Anda pun dapat melakukan beberapa cara duduk yang baik saat posisi hamil, seperti yang dikutip dari laman ayahbunda.co.id (12/01/15) berikut ini.

Posisi Duduk Untuk Ibu Hamil Agar Sehat Dan Aman

Posisi Duduk Untuk Ibu Hamil Yang Aman


  1. Sebaiknya duduk dengan posisi punggung yang tegak, sedangkan posisi paha disejajarkan dengan lantai. Dan telapak kaki harus menempel pada lantai.
  2. Agar lebih terasa nyaman, ganjal bagian belakang punggung menggunakan bantal yang empuk. Sebisa mungkin hindarkan duduk dengan posisi menyilangkan kaki.
  3. Jika Anda terlalu lama duduk di depan meja untuk melakukan banyak pekerjaan kantor, sebaiknya  sisihkan waktu sejak untuk melakukan peregangan-peregangan ringan. Akan lebih baik jika melakukan peregangan minimal setiap jam sekali. Ini bertujuan untuk memperlancar peredaran darah.

    Posisi ini bisa Anda lakukan ketika duduk diatas kursi. Namun jika Anda hendak duduk dilantai, posisi yang tepat bagi ibu hamil adalah dalam posisi tegak, punggung diganjal dengan bantal, dan posisi kaki di selonjorkan.

    Selasa, 23 Desember 2014

    4 Cara Mengatasi Alergi Pada Anak.. Sudah Banyak yang Sukses Lho Bunda..!

    Cara Mengobati Alergi Pada Kulit Bayi - Alergi pada anak bisa saja terjadi akibat menurunya sistem kekebalan tubuh, umumnya tubuh sangat hipersensitif terhadap lingkungan dan benda-benda tertentu yang menyebabkan alergi pada bagian tubuh seperti kulit, pernafasan dan mata. Sebaiknya jika anak balita Anda mengalami gejala alergi, sesegera mungkin ditangani agar hal ini tidak berlanjut hingga dewasa nantinya.

    Gambar Cara Mengobati Alergi Pada Anak

    Alergi sendiri sebenarnya tidak menular, hanya saja faktor genetik bisa saja menjadi pemicu utama terjadinya alergi pada balita Anda. Faktor keturunan ini memiliki kemungkinan sangat besar untuk terjadinya alergi pada anak, yaitu sekitar 70%.

    Gejala Alergi Pada Anak Dan Balita

    Sebelum Anda memutuskan untuk menangani masalah Alergi ini, sebaiknya kenali terlebih dahulu gejala-gejala ataupun ciri-ciri alergi pada anak Anda. Beberapa jenis alergi pada bayi atau balita bisa saja dikenali lebih mudah. Namun, ada beberapa gejala yang sulit untuk dikenali karena sebab-sebab lain, seperti mirip dengan penyakit tertentu.
    • Munculnya bentol-bentol merah pada kulit 
    • Mata merah dan berair.
    • Diare
    • Anak sering menggaruk-garuk, sepertinya ada sesuatu yang mengganggu di bagian tubuhnya
    • Balita mudah pilek dan bersin-bersin.
    • Sesak napas

    Jenis Alergi Dan Cara Mengatasi Alergi Pada Anak

    Setiap anak atau balita memiliki jenis alergi yang berbeda-beda, tentunya cara penanganan dan cara mengobati pun memiliki perbedaan. Berikut ini adalah macam-macam alergi dan cara mengobati dan mengatasi masalah alergi:

    1. Alergi pada saluran pernapasan berupa asma dan flu.
    • Jika balita anda sering bersin-bersin atau asma akibat alergi, sebaiknya segera bawa ke are terbuka dengan udara yang bersih. Jangan lupa untuk membersihkan seluruh ruangan dari debu. Serta hindarkan balita Anda dengan kontak langsung dengan tanaman berbunga, bisa saja serbuk sari bunga menjadi pemicu timbulnya reaksi alergi pada saluran pernapasan.
    2. Alergi berupa diare akibat pencernaannya hipersensitif.
    • Sumber alergi bisa saja diakibatkan oleh makanan-makanan tertentu. Jika balita anda mengalami alergi ini sebaiknya jangan beri makanan yang mengandung biji-bijian, cabai, cuka, merica, udang, atau makanan seafood lainnya yang dapat memicu terjadinya alergi.
    3. Alergi berupa mata merah 
    • Mata merah pada bayi dan anak kemungkinan besar terjadi karena alergi. Langkah paling tepat mengatasi masalah ini adalah dengan memberikan obat tetes mata. Jika mata anak merasa gatal, cegahlah bila balita anda mengucek-ucek mata.
    4. Alergi berupa kulit bentol-bentol merah. 
    • Ini bisa saja diakibatkan oleh alergi terhadap makanan-makanan tertentu, bedak, dan digigit serangga. Mengonsumsi makanan mengandung alergen (pemicu alergi) seperti seafood dan  udang juga berpeluang terjadinya alergi.
    • Namun jika kulit Anak anda mengalami bentol memerah yang terasa gatal akibat alergi, olesi seluruh bagian tubuh dengan lotion kalamin, bedak, minyak tawon  dan kayu putih agar rasa gatal pada kulit berkurang.

     Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi dan mengobati alergi pada balita Anda. Semoga Artikel tersebut bermanfaat.

    Kamis, 27 November 2014

    4 Tips Diet Sehat Untuk Ibu Menyusui. Cara Ini Ampuh, Aman dan Gratis Kok Bunda..

    Nutrisi Anak Sehat | Diet Ibu Menyusui, Tips Langsing Setelah Melahirkan - Kesehatan ibu menyusui sangat mempengaruhi kesehatan bayi. Jika ibu bayi sehat, maka bayi pun akan sehat. Banyak yang beranggapan bahwa usai melahirkan tubuh ibu bayi akan cenderung lebih kelihatan gemuk, tak sedikit dari mereka berusaha untuk segera mengecilkan tubuhnya agar lebih langsing kembali. 

    Cara Diet Sehat Untuk Ibu Menyusui

    Berbagai keluhan tentang kegemukan setelah melahirkan dan pertanyaan seputar diet untuk ibu menyusui pun menjadi perbincangan hangat. Lalu bolehkah ibu menyusui diet? Untuk melakukan diet setelah melahirkan boleh-boleh saja, melainkan dengan diet sehat. Sebaiknya, jika Anda ingin melakukan diet sehat bagi Ibu menyusui, berkonsultasilah terlebih dahulu ke Dokter ahli, jangan sampai Anda salah melakukan diet sehingga mengganggu proses produksi ASI untuk bayi Anda.

    Saat Anda melakukan program diet sehat ibu menyusui, perhatikanlah jenis makanan untuk diet seimbang. Ini menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ASI. Berikut ini ada beberapa tips diet sehat dan aman untuk ibu menyusui seperti yang sudah dipublikasikan lifestyle.okezone.com.

    1. Konsumsi Aneka Jenis Makanan Sehat


    Makanan sehat menjadi kewajiban bagi ibu menyusui, serta sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan ibu dan bayi. Perbanyaklah mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, protein, karbohidrat kompleks, dan lemak baik. Selain itu, usahakan ibu menyusui meperoleh banyak asupan sayuran, protein dan probiotik. Ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk ibu menyusui dan bayi setiap hari. 

    2. Hindari Makanan Yang Sudah Terkontaminasi Bahan Kimia


    Sebaiknya hindari jenis makanan yang sudah terkontaminasi, sebab ini akan berdampak buruk bagi perkembangan si buah hati Anda.  Hindari juga jenis makanan berlemak dari daging olahan yang bisa jadi mengandung bahan kimia. Akan lebih baik jika Anda mengonsumsi ikan, biji-bijian atau kacang-kacangan yang mengandung omega-3 saat melakukan diet.

    3. Perbanyak Minum Air Putih


    Setiap kali Anda selesai beraktivitas, minumlah segelas air, termasuk setelah menyusui bayi. Dehidrasi bisa terjadi dengan cepat melepaskan cairan dalam tubuh, dan hal tersebut bisa mempengaruhi pasokan susu Anda. Selain itu, memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh juga akan membuat ibu menyusui selalu fit dan bugar serta tetap terhidrasi.

    4. Kebutuhan Nutrisi Anak Lebih Penting


    Prioritaskan buah hati Anda terlebih dahulu, jangan sampai Anda terlalu sibuk dengan berat badan Anda, sehingga nutrisi untuk Anak tidak terpenuhi. Jika Anda ingin melakukan diet , lakukan program pelangsingan susu diet atau yang ditawarkan di salon kecantikan sesuai masa menyusui. Tentunya,  pemilihan produk susu untuk diet harus dikonseltasikan terlebih dahulu  dengan ahli medis. Jika ingin memberi ASI eksklusif, tunda diet sampai 6 bulan pertama sejak tanggal kelahiran. Jika ingin cepat langsing, kombinasikan menyusui eksklusif dengan olahraga!

    Itulah beberapa Tips Diet Sehat Untuk Ibu Menyusui yang aman dan sehat dari Nutrisi Anak Sehat. Biar bagaimanapun, kesehatan buah hati adalah prioritas utama daripada penampilan. 

    Senin, 10 November 2014

    6 Cara Merawat Kulit Bayi Agar Tetap Putih, Halus, Lembut dan Sehat

    Nutrisi Anak Sehat | Tips Kesehatan Bayi - Menjaga kesehatan kulit bayi mutlak menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh para ibu agar bayi mungil Anda terhindar dari penyakit kulit, seperti yang diakibatkan oleh biang keringat, bentol-bentol merah pada kulit bayi, dll. Selain itu kulit bayi juga berfungsi dan berperan langsung dalam sistem pertahanan tubuh.

    cara Merawat Kulit Bayi
    Baby Happy (Foto: Google)
    Ada beberapa cara yang bisa di lakukan untuk merawat kulit bayi anda agar tetap lembut, halus, putih dan tentunya sehat. Ini menjadi tips terbaik untuk merawat kulit bayi Anda sesuai dengan jenis kulit apakah kulit bayi sensitif atau tidak. Untuk mengetauhi cara tepat dan benar merawat kulit bayi Anda, berikut kami berikan tipsnya seperti yang kami rangkum dari tabloid ayahbunda.

    Tips Merawat Kulit bayi Agar Tetap Sehat, Putih, Halus Dan Lembut

    1. Mandikan bayi Anda dengan menggunakan air hangat, gunakan sabun yang memiliki pH rendah yaitu sekitar 4,5 - 5.
    2. Jika  masih terdapat lapisan vernix caseosa pada kulit bayi Anda, harap jangan menggosoknya, sebab lapisan ini bermanfaat untuk melindung kulit bayi yang sensitif.
    3. Pastikan dengan seksama bahwa tidak ada lagi sisa sabun atau busa yang menempel pada tubuh bayi.
    4. Setelah selesai bayi Anda dimandikan, keringkanlah badan bayi dengan menggunakan handuk yang memiliki tekstur halus dan lembut. Yaitu dengan cara menepuk-nepuk   bukan digosok, karena jika digosok dapat membuat iritasi pada kulit. 
    5. Jika Anda hendak membubuhi bedak pada badan bayi, sebaiknya daerah lipatan seperti leher, ketiak paha dan kelamin jangan dibedakin. Karena jika bedak bercampur keringat,fases atau urin akan mengundang bakteri berkembang biak dan mengakibatkan timbulnya penyakit kulit akibat iritasi.
    6. Sabaiknya bayi anda dikenakan pakaian dari bahan katun yang lembut agar menyerap keringat. Ukuran pakaian harus sedikit longgar agar bayi anda nyaman.

                Itulah beberapa tips dan cara merawat kulit bayi Anda agar tetap putih, lembut dan sehat. Semoga sedikit tips dari Nutrisi Anak Sehat ini bermanfaat bagi pembaca Netter semua.

                Senin, 27 Oktober 2014

                Ini Dia, Penyebab Biang Keringat Pada Bayi Dan Anak!

                Nutrisi Anak Sehat | Biang Keringat Pada Bayi - Mungkin anda sering kali menjumpai bayi anda berkeringat lebih banyak dari hari biasanya, ini biasanya terjadi akibat beberapa faktor seperti kelenjar keringat yang tersumbat. Biang keringat pada bayi dan anak sangatlah wajar, sebab kulit bayi dan anak-anak belum sepenuhnya sempurna dalam pembentukan kelenjar keringat mereka.

                Biang Keringat Pada Bayi
                Biang Keringat Pada Bayi (Foto : CuteBaby)

                Biang keringat menyebabkan daerah tubuh menjadi merah berbintik kecil yang gatal dan panas. Biasanya bintik merah akan muncul pada bagian tubuh yang tertutup oleh pakaian akibat kurangnya sirkulasi udara dlm tubuh, seperti perut, dada bagian atas, punggung, pangkal paha, leher, atau ketiak.  Hal ini terjadi akibat kondisi keringat berlebihan dan biasanya terjadikarena lingkungan panas dan lembab. Keringat berlebih juga memicu sel-sel kulit mati dan bakteri dalam kulit akan memblokir kelenjar keringat dan menahan keringat di bawah kulit.

                Keringat yang terjebak dan tak bisa terbuang keluar dengan normal akan membuat benjolan-benjolan kecil yang jika benjolan merah pecah akan menimbulkan rasa nyeri dan panas menyengat. Biang keringat ditandai dengan bintik kemarahan yang gatal dan teras panas seperti tubuh terbakar.

                Mengatasi Masalah Biang Keringat Pada Bayi Dan Anak

                Untuk menghindari dan mengatasi biang keringat yang terjadi adalah dengan mengatur kelembaban kulit, dengan cara mendinginkan badan bayi dan anak di bawah AC, di mandikan dengan air dingin dan mengeringkan kulit bayi di udara terbuka, Gunakan pakaian longgar yang dapat menyerap keringat.

                Sebaiknya jangan gunakan produk kulit yang berminyak, yang mungkin dapat memblokir dan menghambat kelenjar keringat. Mungkin dengan memanfaatkan  krim hidrokortison dapat mengurangi rasa gatal dan iritasi akibat biang keringat bayi anda.

                Minggu, 16 Maret 2014

                9 Cara Alami dan Ampuh Atasi Keputihan Saat Hamil.. Para Wanita 'WAJIB' Baca Nih..!

                Tips Kesehatan Bagi Ibu Hamil - Mungkin bagi Anda masih bertanya-tanya tentang bahayakah masalah keputihan pada wanita yang sedang hamil? Tentu, jika anda mengalami masalah keputihan saat mengandung harus segera di atasi dan ditanggulangi sedini mungkin. Keputihan bagi ibu hamil yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan persalinan premature dan mengakibatkan kantung ketuban pecah sebelum mencapai waktunya.

                Tips Mengatasi Keputihan Saat Hamil
                Ibu Hamil (Foto: Google)
                Masalah keputihan sendiri sering disebabkan oleh jamur dan bakteri yang ada di area kewanitaan. Hal ini disebabkan karena keluarnya cairan putih di bagian organ intim yang berlebihan, sehingga memicu timbulnya bakteri dan menyebabkan rasa gatal, panas dan berbau tak sedap.

                Langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah keputihan pada saat hamil adalah dengan cara melakukan penanganan seperti berikut ini :

                Tips Dan Cara Alami Untuk Mengatasi Keputihan Saat Hamil

                1.       Sebaiknya yang harus Anda lakukan adalah dengan menghindari penggunaan air yang kotor ketika akan membasuh area kewanitaan Anda, paling utama saat Anda di toilet umum.

                2.       Gunakan pakaian dalam dengan bahan dasar kain  katun, dan sebisa mungkin  hindari pemakaian celana dalam yang berbahan sintetis dan  ketat.

                3.       Jangan terlalu sering memakai panty liner. Panty liner bisa menyebabkan area kewanitaan Anda menjadi lembab, sehingga dengan mudah bakteri berkumpul disana.

                4.       Segera ganti pakaian dalam Anda kika dirasa sudah sangat lembab.

                5.       Bersihkan secara rutin bagian kewanitaan Anda dari depan ke belakang saat selesai buang air kecil dan besar. Hal ini dilakukan agar membantu mengurangi resiko terjadinya kontaminasi mikroorganisme pada saluran kantung kemih dan juga anus.

                6.       Kurangi mengonsumsi makanan manis serta makanan yang banyak mengandung kafein.

                7.       Setelah Anda selesai mandi pastikan bagian area kewanitaan benar-benar kering. Bias menggunakan handuk bersih untuk mengeringkannya dan ada baiknya anda tidak menggunakan tisu dengan aroma wewangian.

                8.       Hindari menggunakan sabun pembersih area kewanitaan.

                9.       Sebelum anda membeli obat-obatan, sebaiknya anda mengkonsultasikan bersama dokter kandungan atau bidan anda. Konsumsilah obat yang diresepkan oleh dokter. 


                Saran terbaik jika Anda mengalami masalah kehamilan adalah segera konsultasikan kandungan Anda ke dokter terdekat agar Anda memperoleh penanganan lebih lanjut.

                Sabtu, 01 Februari 2014

                Kenali 7 Tanda-tanda Masalah Kehamilan Anda Untuk Penanganan Lebih Awal

                Nutrisi Anak Sehat - Setiap wanita yang sedang hamil memiliki tingkat resiko yang berbeda-beda. Dari setiap resiko yang dihadapi ada yang memiliki risiko ringan, sedang dan bahkan mamiliki resiko tinggi yang bisa membahayakan keselamatan Ibu Hamil dan Janin Anda. 

                Gejala Yang Timbul pada saat Hamil
                img: Google
                Adapun langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan pada saat kehamilan adalah, sesegera mungkin memeriksakan kandungan Anda kepada dokter spesialis kandungan Anda. Hal ini ditujukan untuk mengurangi resiko yang terjadi dengan kandungan Anda.

                Untuk mengetahui gejala-gejala dan tanda-tanda kehamilan Anda bermasalah, berikut ini adalah gejala-gejala yang sering timbul pada saat kehamilan.

                1. Perut Terasa Kembung Dan Kram

                Kemungkinan gejala yang timbul : Jika Anda sering merasakan kembung dan kadang-kadang mengalami kram yang sangat menyakitkan dibagian perut, ini biasanya disebabkan oleh kinerja usus yang lamban selama kehamilan, dan  dipengaruhi oleh hormon ketika sedang hamil. Fase kondisi yang parah adalah ketika anda sulit untuk buang air besar, ini dapat memicu sembelit pada saat hamil. 

                Untuk menangani masalah sembelit ini sebaiknya Anda menghindari makanan yang mampu memicu gas di dalam lambung, seperti jangan mengkonsumsi durian, tape, nangka dan berbagai sayuran, seperti kembang kol, kol, bawang dan juga minuman berkarbonasi. Jika masalah yang anda alami ini makin serius, segeralah konsultasikan kepada Dokter.

                2. Keputihan

                Gejala Yang Timbul : Keluarnya bercak darah atau plek kuning, putih atau pucat selama kehamilan. Segera periksakan ke dokter Anda jika terdapat bau busuk, rasa gatal atau terbakar, atau warna berubah menjadi kuning kehijauan, sangat tebal dan berair. Meskipun pada saat hamil keputihan masih dianggap normal, kemungkinan terjadi dikarenakan adanya peningkatan hormon dan juga aliran darah vagina, akan tetapi jika disertai rasa gatal, warna kehijauan atau tebal terbakar bahkan disertai dengan bau busuk. Hal ini sesegera mungkin membutuhkan penanganan medis agar tidak mengalami masalah yang lebih serius bagi perkembangan janin Anda. Terlebih ketika usia kandungan memasuki trimester akhir menjelang persalinan.

                3. Dehidrasi dan metabolisme yang over

                Kemungkinan gejala yang timbul : Sering berkeringat, keringat di mana-mana. Misalnya di bawah lengan anda, diantara kaki anda, dibagian perut anda, dan juga  mengalir di bagian wajah dan leher. Penyebabnya yaitu metabolisme dalam tubuh anda dalam jumlah yang sangat over dan berlebihan, dan darah memompa dengan ekstra melalui tubuh Anda untuk menghangatkan kulit. Sehingga menimbulkan keringat berlebihan pada sekujur tubuh anda. Untuk memberikan penanganan lebih dini, maka Anda dapat memakai baju yang bisa menyerap keringat, sehingga tidak menimbulkan biang keringat selama masa kehamilan anda. Penting untuk diingat, Perbanyaklah mengkonsumsi cairan lebih banyak, minum air putih delapan gelas perhari sehingga anda tidak mengalami dehidrasi. Akibat dehidrasi yang terjadi pada ibu hamil akan menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu dan janin.

                4. Hidung mimisan pada saat hamil

                Kemungkinan gejala yang timbul : Anda mungkin sering merasakan kondisi tubuh tersasa dingin disertai dengan lubang hidung yang terasa kotor, sihingga menyebabkan anda merasakan tidak nyaman saat bernafas. Hal ini bisa saja terjadi dikarenakan adanya peningkatan hormon dan produksi darah yang menyebabkan selaput lendir menjadi membengkak, kering dan juga berdarah. 

                Untuk proses penangananya Anda bisa menggunakan humidifier, sedangkan apabila diperparah dengan mimisan maka anda dapat memiringkan kepala anda sekitar lima menit. Mimisan yang berlangsung sering, misalnya saja satu minggu hingga tiga kali atau empat kali maka harus segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.


                5. Pembengkakan 

                Kemungkinan gejala yang timbul : Pembesaran, mengembung ungu atau vena hitam paling sering di bagian kaki, tetapi juga terjadi di labia. Penyebabnya sebuah akumulasi darah di pembuluh darah, biasanya karena tekanan dari rahim. Dalam memberikan penanganan, jangan berdiri untuk waktu yang lama, menopang kaki Anda terlalu lama terlebih bagi anda yang gemar menggunakan high heels.

                6. Gejala garis hitam di tubuh

                Kemungkinan gejala yang timbul : Timbulnya noda gelap pada wajah anda, garis gelap pada perut Anda, dada, leher, dan bagian badan anda lainnya. Kondisi ini disebabkan karena tubuh anda memproduksi melanin ekstra, menyebabkan bintik-bintik gelap, peningkatan produksi darah dan perubahan hormone selama kehamilan. Dalam memberikan penanganan anda dapat meminimalkan dengan menggunakan tabir surya dan menutupi dengan menggunakan make up. Meskipun demikian kondisi ini tidak akan menggangu kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan janin begitu pula dengan kesehatan anda selama anda tidak menggunakan kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya.

                7. Air liur yang berlebihan

                Kemungkinan gejala yang timbul: Beberapa wanita hamil menghasilkan air liur yang berlebih sampai tiga atau empat liter sehari. Pendarahan gusi juga umum terjadi terutama setelah menyikat gigi. Kondisi ini disebabkan karena adanya hormon yang berada di belakang gusi berdarah, tapi belum diketahui penyebab utama dari kondisi ini secara pasti. Dalam memberikan penanganannya beralihlah ke sikat gigi lembut. Adapun air liur, meludahkannya mungkin satu-satunya pilihan, anda juga dapat mengkonsumsi air putih secara rutin sebanyak delapan gelas perhari. Perhatikan pula apabila masalah gusi dan gigi anda tidak dapat sembuh dalam waktu satu minggu dan menyebabkan nutrisi yang dibutuhkan tidak anda dapatkan dari makanan maka anda harus segera berkonsultasi pada dokter anda.

                Jumat, 03 Januari 2014

                Cara Alami Untuk Merangsang Persalinan Bagi Ibu Hamil

                Cara Alami Merangsang Persalinan - Banyak dari Ibu dan calon Ibu bagi si bayi meginginkan proses persalinannya tepat waktu. Untuk mensiasatinya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk merangsang persalinan buah hati Anda.

                Cara Alami Merangsang Proses Persalinan
                Ibu Hamil ( Foto : Google )
                Seperti yang telah di kutip dari media online www.parenting.co.id bahwa untuk merangsang dalam proses persalinan ada cara-cara alami yang bisa Anda lakukan, diantaranya adalah :

                1. Dengan Berhubungan Seks

                Berhubungan seks bisa membantu dan merangsang persalinan. Karena sperma mengandung hormon prostaglandin yang bisa memicu kontraksi. Akan tetapi dr. Boy Abidin, SpOG, menyatakan bahwa pada umumnya jumlah hormon prostaglandin yang ada dalam sperma tidak cukup banyak untuk menyebabkan terjadinya kontraksi, apalagi persalinan.

                2. Melakukan Stimulasi puting payudara

                Hormon oksitosin akan diproduksi ketika puting payudara dirangsang dan membuat rahim berkontraksi.

                3. Dengan Berjalan kaki

                Rutinitas jalan kaki ringan bagi ibu hamil akan merangsang calon bayi untuk segera masuk ke jalan lahir dan mempekuat otot-otot yang dibutuhkan saat persalinan.

                Rabu, 25 Desember 2013

                7 Vitamin Penting Selama Ibu Menyusui. Vitamin ini Sangat Dianjurkan Dokter Lho Bund..!

                Nutrisi Anak Sehat | Vitamin yang Tepat Bagi Wanita Menyusui - Selama Ibu menyusui sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan asupan Vitamin yang cukup, hal ini bertujuan supaya Ibu dan bayi Anda yang baru lahir tetap sehat dan bugar, diet yang seimbang selama menyusui juga harus di perhatikan. Pemasokan Nutrisi untuk perkembangan bayi juga harus diperhatikan dengan tepat dan seimbang dengan mengonsumsi buah dan sayuran.

                Kebutuhan Vitamin Saat Menyusui
                Ilustrator-mirror.co.uk
                Selain mengonsumsi buah dan sayur, beberapa Ahli medis juga menyarankan bagi para ibu yang sedang menyusui untuk mengonsumsi multivitamin yang baik bersamaan dengan diet sehat yang sedang anda lakukan.  Namun, Anda juga harus memperhatikan jumlah dosis yang baik dikonsumsi selama menyusui.

                Berikut ini adalah beberapa Asupan Vitamin yang penting Bagi Ibu Yang sedang menyusui seperti yang dikutip dari www.liputan6.com

                Kebutuhan Asupan Vitamin Penting Selama Ibu Menyusui

                1. Vitamin D

                Dari banyaknya daftar vitamin yang wajib dikonsumsi wanita menyusui adalah Vit D, vitamin D mempunyai peranan yang sangat penting. Wanita yang sedang menyusui dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D yang mengandung 10 mikrogram  setiap hari.

                Tidak harus dengan suplemen untuk memperoleh tambahan vitamin D ini, Anda juga bisa dengan berjemur di pagi dan sore hari untuk mendapatkan Vitamin D. Karena matahari di waktu pagi dan sore akan memroduksi vitamin D yang baik pula.

                2. Vitamin C

                Selama masa ibu menyusui, wanita wajib mendapatkan asupan vitamin C yang cukup. Vitamin ini bisa ditemui di dalam buah jeruk, tomat, berry, buah-buahan tropis, dll. Selain mengonsumsi buah tersebut, carilah sumber mulitivitamin yang mengandung vitamin C ini.

                3. Folat

                Asam Folat sangat berperan penting selama masa kehamilan dan menyusui. Bukan hanya bersumber dari multivitamin, dari hasil mengonsumsi makanan pun Anda bisa mendapati asam folat ini. Anda bisa mendapatinya dari sayur-sayuran berdaun hijau seperti bayam,  kubis, brokoli, serta kecambah.

                4. Vitamin E

                Anda wajib mengonsumsi Vitamin E dalam diet Anda selama menyusui, karena vitamin ini sangat berperan penting. Anda bisa memperoleh vitamin E ini dengan cara tropical, oral, dan disuntikkan.

                5. Vitamin A

                Untuk mendapatkan vitamin A ini anda bisa memperolehnya di dalam sayuran brokoli, wortel, maupun labu.

                6. Vitamin B6

                Angka kecukupan dietari (RDA) dari vitamin B6 untuk wanita menyusui adalah 2 mg per hari.

                7. Vitamin B2

                Riboflavin atau Vitamin B2 sangat diperlukan bagi wanita menyusui agar ASI yang diperoleh berkualitas. Vitamin B2 ini bia diperoleh di dalam susu, daging, telur, kacang-kacangan, serta sayuran hijau.

                Demikianlah Artikel tentang Asupan Vitamin Bagi Ibu Menyusui, Semoga bermanfaat bagi anda. Jangan lupa penuhi asupan nutrisi anda dengan mengonsumsi makanan sehat agar bayi anda tetap sehat dan bugar.